Dua Anggota Dewas RSUD Dipolisikan – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Dua Anggota Dewas RSUD Dipolisikan

PAREPARE, BKM — Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin melaporkan dua anggota Dewas RSUD Andi Makkasau ke Mapolres Parepare, Jumat (6/1) malam.
Kedua terlapor yakni Rahman Saleh dan Rahman Mappagiling terkait masalah penghinaan karena menyerang secara privasi saat rapat dengar pendapat di ruang komisi II DPRD terkait masalah kekurangan obat yang dihadiri pihak BPJS, Dewas dan manajemen RSU Andi Makkasau, Jumat (6/1) siang.
Yamin dihujat, dihina dan dituding para terlapor terkait masalah fee pembangunan RSU Andi Makkasau. Karena merasa dilecehkan tidak bisa dibuktikan pernyataan itu maka Yamin tidak menerima atas kelakuan kedua mantan anggota DPRD itu yang kini menjabat anggota dewas.
”Kita bahas masalah obat tapi melebar ke masalah pembangunan rumah sakit. Privasi saya diserang dan menuding menerima fee padahal tudingan itu tidak bisa dibuktikan. Saya merasa dihina, maka saya melapor polisi,”ujar Yamin.
Menurut Yamin saat persoalan obat-obatan di bahas kedua terlapor justru lari ke masalah lain. Terkait kunjungan Wakil Ketua DPRD, Rahmat Sjam, ke RSU mengenai kekurangan obat itu soal lain. Pemberitaan media soal obat pihak BPJS juga siap melakukan klarifikasi.
”Saat masalah obat belum selesai dibahas justru lari lagi ke masalah pembangunan dan lainnya yang berujung penghinaan. Saya tidak terima, apalagi bukan kali ini saja dia lakukan,”tuturnya.
Mestinya jelas Yamin jika ada masalah harusnya dewas adakan rapat internal lalu hasilnya di sampaikan ke Wali Kota dan bukan menyerang secara privasi yang membuat wibawa institusi jadi jelek.
Sementara itu Rahman Saleh sangat menyayangkan laporan dr Muh Yamin ke polisi. Karena itu tidak mestinya terjadi, laporan Yamin itu salah satu cara untuk membungkam Dewas.
Rahman juga membantah melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik kepada direktur RSU Andi Makkasau.”Saya hanya mengkritik kinerja pak direktur bukan privasi,”bantahnya.
Terpisah, M Yusuf Nonci siap menjadi saksi, bahkan semua anggota Dewan yang hadir rapat komisi kemarin itu harus siap menjadi saksi kasus ini.
Yusuf mengakui adanya insiden tersebut sudah lari ke pokok masalah. Kanit I SPKT Polres Parepare Aiptu Supratno membenarkan laporan tersebut. (smr/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top