Metro

UIN Minta Sokongan Gubernur

MAKASSAR, BKM — Ada beberapa agenda penting yang saat ini diperjuangkan manajemen Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar agar bisa segera rampung.
Agenda itu diantaranya kelanjutan pembangunan rumah sakit, menghadirkan Fakultas Kedokteran yang modern, laboratorium terpadu lengkap, ICT Centre, hingga pembangunan gedung Pascasarjana UIN.
Untuk keperluan itu, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Musafir Pabbabari, meminta bantuan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk melakukan lobi di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. UIN Alauddin mengajukan proposal ke Bappenas, untuk persetujuan pembangunan fasilitas kampus yang akan dibiayai Islamic Development Bank (IDB).
“Sekarang jumlah mahasiswa kami sudah 23 ribu lebih, sedangkan fasilitas yang ada sudah tidak mampu menampung. Makanya, kami sedang upayakan untuk penambahan fasilitas,” kata Musafir, yang didampingi seluruh jajaran civitas akademika UIN, di Ruang Kerja Gubernur.
Ia menjelaskan, proposal tersebut sudah ada di Bappenas, yang dalam waktu dekat ini akan direview. Adapun yang akan dibangun adalah gedung fakultas kedokteran yang modern dan islami, tambahan anggaran untuk penyelesaian rumah sakit, dan gedung pasca sarjana yang dilengkapi laboratorium terpadu.
“Secara keseluruhan membutuhkan anggaran Rp 570 miliar. Biasanya, 80 persen ditanggung IDB sedangkan 20 persen itu adalah dana pendampingan dari pemerintah. Karena itu, kami mohon dukungan dari Pak Gubernur, agar ini bisa disetujui,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, jika UIN membutuhkan rekomendasi dukungan dari pihaknya, maka harus dimasukkan surat resmi, yang akan dibahas secara teknis sesuai aturan yang ada. Pasalnya untuk alokasi dana pendampingan, pasti akan dibahas oleh Bappenas bersama DPR.
“Kalau seperti itu, saya pasti ikuti karena akan berdampak pada masyarakat. Tidak diminta pun, itu tugas saya. Yang biasa bersoal kalau saya tidak tahu, kemudian ada hambatan. Karena saya berpikir, kalau tidak ada keluhan berarti semua baik-baik saja. Saya juga mempertimbangan, apakah ini memang harus dicampuri atau sekedar supporting sistem saja,” kata Syahrul.
Ia mengungkapkan, semua program IDB yang masuk di Sulsel tidak ada persoalan, hanya membutuhkan pendekatan teknis. Jika membutuhkan anggaran Rp 570 miliar, berarti butuh sekitar Rp 130 miliar untuk pendampingan.
“Bappenas juga perlu penguatan di Komisi Anggaran. Disitu rekomendasi gubernur biasa dibutuhkan. Tapi saya tidak mau ada distorsi,” tegasnya.
Syahrul pun menyarankan agar ada prioritas dalam pembangunan untuk tahap awal. Apakah fakultas kedokteran dulu atau rumah sakit dulu. Namun ia menilai, yang terpenting adalah laboratorium terpadu.
“Saya siap kalau butuh rekomendasi,” imbuhnya. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top