Polwan Ditikam saat Tidur Bersama Anaknya – Berita Kota Makassar
Headline

Polwan Ditikam saat Tidur Bersama Anaknya

PINRANG, BKM — Hari baru saja berganti. Kira-kira pukul 01.30 Wita, Jumat (6/1). Di tengah malam nan sepi itu, di dalam kompleks perumahan BTN Griya Halida terdengar suara meringis kesakitan. Ada apa gerangan?
Seorang perempuan terlihat berjalan tertatih-tatih. Dengan tubuh berlumuran darah, ia berusaha mendatangi salah satu rumah tetangganya.
Digedor-gedorlah pintu si empunya rumah. Seorang lelaki keluar. Namanya Syamsu Alam (30). Ia langsung kaget dengan apa yang tampak di depan matanya.
Perempuan yang datang menggedor pintu rumahnya pukul 03.00 Wita itu, cukup dikenalnya. Dia adalah Sry Wahyuni. Seorang polisi wanita (polwan). Berpangkat brigadir polisi (brigpol). Bertugas sebagai anggota Satuan Binmas Polres Pinrang.
Sri bermukim di Blok E/11 BTN Griya Halida, Kampung Tengah Rubae, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang.
Melihat kondisi Sry yang terluka, Syamsu Alam kemudian membangunkan Kadir (31), tetangga lainnya. Tanpa menunggu waktu lama, keduanya langsung membawa polwan itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang. Sry pun langsung mendapat perawatan medis.
Ikhwal luka yang dialami Sry terjadi ketika sedang tertidur di dalam kamar rumahnya. Ia ditemani seorang anaknya yang masih berumur enam tahun.
Seseorang masuk lewat pintu belakang dengan cara mencungkilnya. Pelaku yang diperkirakan satu orang, langsung masuk ke dalam kamar.
Diduga kuat pelaku hendak melakukan perampokan. Namun karena pemilik rumah terjaga, diapun jadi sasaran. Korban ditikam pada bagian perut. Tangannya yang sebelah kanan juga disayat menggunakan benda tajam.
Setelah itu pelaku langsung kabur. Belakangan diketahui, pelaku berhasil membawa kabur HP milik korban.
Saat kejadian, suami korban disebutkan sedang tak berada di rumah. Pegawai salah satu bank di Makassar ini tengah berada di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Saat korban dibawa ke RS kira-kira pukul 02.25 Wita, menurut penjelasan Syamsu Alam, anak korban yang masih kecil dititipkan ke istrinya. ”Langsung kita bawa ke RS karena lukanya cukup parah. Sementara anaknya, dititip ke istri saya,” ujar Syamsu Alam.
Perumahan BTN Griya Halida masih tergolong baru. Belum banyak yang tinggal di dalamnya. Baru ada lima kepala keluarga yang bermukim. Rumah Brigpol Sry Wahyuni berada di bagian ujung.
Polisi yang menerima laporan peristiwa tersebut, langsung datang ke lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Termasuk mendatangi RSUD Lasinrang untuk meminta keterangan korban.
Perkembangan terakhir, Satuan Reskrim Polres Pinrang sudah mengantongi identitas pelaku. “Identitasnya sudah kita ketahui. Saat ini anggota tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata AKP Muh Nasir, Kasat Reskrim Polres Pinrang yang dikonfirmasi, Jumat (6/1).
Sejauh ini, sebut Nasir, pelaku diketahui hanya beraksi seorang diri. “Identitas serta fotonya sudah ada pada kami. Mudah-mudahan kita bisa tangkap secepatnya,” imbuh AKP Nasir via telepon selulernya.
Dia mengungkapkan, motif kejadian dirumah Brigpol Sry Wahyuni ini bukan termasuk kategori perampokan. Alasannya, dugaan sementara barang milik korban yang hilang hanya berupa HP. Dari hasil olah TKP, tak ada benda berharga lainnya yang hilang.
“Pelaku mungkin memang punya niat mencuri. Tapi karena ketahuan, terpaksa menikam korban,” ujar Nasir, yang kemarin datang menemui Brigpol Sri di RS.
Dari TKP, polisi mengamankan sebilah senjata tajam jenis badik milik pelaku yang ditinggal. Sajam tersebut diduga menikam Sri.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan kejadian yang menimpa Brigpol Sri Wahyuni masih dalam penyelidikan aparat Polres Pinrang. ”Polisi sudah mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Juga mendatangi korban di rumah sakit. Korban mengalami luka tusuk pada bagian perut dan sayatan pada bagian tangan kanan,” jelas Dicky. (ady-ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top