Jago Sudah Ada, Parpol Masih Tunggu Survei – Berita Kota Makassar
Headline

Jago Sudah Ada, Parpol Masih Tunggu Survei

MAKASSAR, BKM — Siapa yang akan diusung partai politik (parpol) dalam pemilihan wali kota (pilwali) Makassar tahun depan? Itu yang menjadi pertanyaan banyak warga kota saat ini.
Tapi, untuk mendapat jawaban atas pertanyaan itu, warga Makassar masih harus bersabar. Sebab parpol yang ada, masih menunggu hasil survei sebelum memutuskan akan mendukung jagoannya yang akan diusung di pilwali nanti.
Partai Golkar Sulsel lebih awal akan mengajukan kadernya di pilwali. Saat ini, sedikitnya empat kader Golkar yang akan disurvei. Masing-masing Kadir Halid, Rusdin Abdullah, Farouk B Betta dan Haris Yasin Limpo.
“Golkar pasti mengusung kadernya di pilwali. Apakah itu 01 atau 02. Bisa juga yang diusung 01 dan 02,” ujar Fungsionaris Golkar Risman Pasigai, Jumat (6/1).
Hal yang sama disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra, La Tinro La Tunrung. “Kan masih lama. Nantilah kita lihat hasil surveinya,” ujar mantan Bupati Enrekang ini, kemarin.
Meski demikian, La Tinro yang sudah mengajukan surat pengunduran diri dari posisi ketua Gerindra Sulsel, mengaku tetap memprioritaskan kader untuk diusung di pilwali.
Demikian pula Partai Demokrat Sulsel. Mereka masih menunggu hasil survei. Seperti disampaikan Sekretaris Demokrat Sulsel yang juga Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal.
Sebelumnya ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil survei. Termasuk keputusan partai apakah dirinya akan maju atau tidak di pilwali.
Deng Ical mengungkapkan, untuk diusung Partai Demokrat, dirinya harus memiliki tingkat survei yang tinggi. Termasuk soal kontribusinya di partai akan menjadi pertimbangan.
“Soal maju sebagai kosong satu atau wakil itu akan ada simulasi di partai. Kalau soal pecah kongsi, tidak mengenal masalah ituji. Karena kalau kita bisa maju kembali ini soal peluang,” jelasnya.
PDIP juga mempersiapkan dua nama, yakni Rudi Piter Goni dan H Bahar Mahmud, “Kami di PDIP punya dua kader yang siap diajukan, yakni Pak Rudi dan H Bahar Mahmud,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel, Husain Junaid kemarin.
Ketua DPD PAN Makassar terpilih, Hamzah Hamid menegaskan, pihaknya belum membahas figur yang akan didukung untuk maju di pilwali. Kepengurusan baru ini masih disibukkan dengan pelantikan yang akan serentak dilaksanakan di Makassar. Begitu juga dengan agenda partai lainnya.
“Kita belum ada pembicaraan soal itu. Masih lama. Masih banyak yang harus dilakukan. Seperti menggelar rapat mengenai jadwal dan melakukan survei di lapangan,” ujar Hamzah di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Namun, ia tidak memungkiri sudah ada figur yang menjadi bidikan. Indira Chunda Thita yang merupakan putri Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo masuk dalam radar.
”Semua bisa. Tapi kembali lagi ke survei dan arahan dari partai. Kita hanya mengikuti. Rencananya, kita baru melakukan survei di bulan tiga. Setelah agenda pelantikan dan kunjungan ke kader PAN selesai,” jelasnya.
Bagaimana dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)? Sebenarnya, sudah ada satu nama yang digadang-gadang. Dia adalah Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang juga adik kandung Gubernur Syahrul Yasin Limpo.
Partai besutan Prabowo Subianto itu solid mendukung None –sapaan akrab Irman– jika memang serius untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Ketua Fraksi Gerindra Makassar, Amar Bustanul mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan survei di lapangan. Termasuk melakukan pembicaraan mengenai calon yang akan diusung di pilwali. Tapi perihal dukungan untuk Irman YL, Amar tidak memungkiri hal tersebut.
“Belum ada. Kita masih harusd melakukan survei untuk memilih calon yang sesuai. Kalau Pak None itu, belum ada pembicaraan. Tapi kalau ia tidak siap maju, maka tidak mungkin kita memberikan dukungan,” tandasnya.
Diakui Amar, sampai sekarang pihaknya masih menunggu kepastian None untuk maju atau tidak. None sendiri belum pernah secara resmi menyatakan diri untuk maju, meski sudah cukup banyak dukungan yang datang.
Legislator Partai Gerindra Makassar, Erik Horas mengaku akan mengikuti mekanisme partai untuk maju dalam pilwali mendatang. Diapun masih menunggu hasil survei. Jika memang terbukti unggul di survei, tidak tertutup kemungkinan dia akan maju untuk bertarung.
“Semua yang ditanya mau tidak jadi walikota, pasti jawabannya mau. Tapi kan kita lihat juga hasil survei. Saya kira semua kader terbuka dalam melakukan survei. Kita optimis saja,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Golkar Makassar, Wahab Tahir menegaskan akan mendukung penuh kembali Moh Ramadhan Pomanto untuk maju pada pilwali mendatang, Namun, Wahab ingin, jika Danny akan bertarung kembali agar tidak salah memilih wakil.
“Kalau saya ditanya, saya dukung kembali Danny untuk maju sebagai kader Golkar. Tapi kita minta pasangannya yang memang satu visi untuk menjadikan Kota Makasar dua kali tambah baik,” imbuhnya.
Selain itu, Golkar Makassar juga ingin mendorong kadernya untuk ikut bertarung. Beberapa nama elite beringin yang berpeluang diusung, antara lain Plt Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta dan Wakil Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Pedesaan Golkar Sulsel, Haris Yasin Limpo.
Ditanya soal itu, Wahab menjawab diplomatis. ”Siapa saja yang mau bertarung, silakan. Semua nama-nama itu berpeluang untuk diusung Golkar. Namun satu yang harus diingat bahwa semua itu harus melalui tahapan dan mekanisme internal partai,” kuncinya. (ita/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top