Sulselbar

Harga Cabai Makin Pedas

SIDRAP, BKM — Harga cabai makin pedas membuat warga mengeluh. Keluhan akan meroketnya harga cabai terjadi dalam dua pekan terakhir. Ironisnya, justru kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Nonsubsidi yakni pertamax dan pertalite di Sidrap, nyaris tak berdampak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sidrap, Wahyuddin mengaku segera mengambil langkah guna menstabilkan harga cabai yang terus meroket di Sidrap itu. Upaya yang disiapkan, menormalkan jalur distribusi dari tingkat petani hingga ke pedagang.
“Kenaikan harga cabai di Sidrap itukan ada pengaruhnya dengan jalur distribusi hasil pertanian yang tidak normal akibat cuaca yang tak meenentu akhir-akhir ini. Langkah lain yang dilakukan, mengawasi terjadinya monopoli barang,” kata Wahyuddin.
Harga cabai dipasaran umum di Kabupaten Sidrap, hingga Jumat (6/1) berada di kisaran Rp66 ribu hingga 70 ribu per kilogram (Kg). Padahal, disituasi normal, harga cabai di Sidrap, hanya Rp15 ribu per Kg.
“Kalau harga BBM nonsubsidi, seperti pertamax dan pertalite naik, itukan memng jarang masyarakat yang pakai, lain halnya kalau cabai, hampir semua rumah tangga membutuhkannya,” ujar salah seorang pengunjung Pasar Allakuang, Wahyuni (37), kemarin.
Tak berpengaruhnya kenaikan harga BBM nonsubsidi, pertamax dan pertalite di Sidrap itu, juga diakui warga Kota Pangkajene, Abdul Rahim (33). Alasannya sama, penggunaan pertamax dan pertalite di Sidrap sangat minim.
Berbeda halnya dengan kenaikan harga BBM Nonsubsidi, dimana harga pertamax Rp8.050,- naik menjadi Rp8.350,-, serta harga pertalite Rp. 7.250,- naik menjadi Rp. 7.550,- itu, Wahyuddin mengaku tak bisa berbuat apa-apa.
Wahyuddin mengaku, kenaikan harga BBM Nonsubsidi itu, berlaku secara umum di seluruh Indonesia, “Kenaikan harga BBM Nonsubsidi, pertamax dan pertalite rata-rata Rp300 itukan berdasarkan SK No.UM.001/F17410/2017–S3,” ujar Wahyuddin, menutup. (ady/B)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top