Politik

Belum Dibayar, Warga Pannara Blokade Jalan

BKM/KR KULLE TUTUP JALAN -- Sejumlah warga Pannara memasang pagar dari bambu di jalan yang menghubungkan jalan lingkar Bontosunggu, Kecamatan Binamu dengan Kampung Bulo-bulo Kecamatan Arungkeke.

JENEPONTO, BKM — Warga Pannara melakukan aksi penutupan jalan yang menghubungkan jalan lingkar Bontosunggu Kecamatan Binamu dengan Kampung Bulo-bulo, Kecamatan Arungkeke. Warga memagari pakai bambu dan batang pohon.
”Yang penting tidak bisa lewat,” berang Makku Daeng Lili saat ditemui BKM di TKP jalan lingkar Bontosunggu, Kamis (5/1).
Makku menegaskan, dirinya sudah bosan dijanji terus. Ia sudah tiga bulan dijanji terus namun tidak ada kunjung ada realisasinya. ”Sudah tiga bulan saya dijanji-janji palsu atau di PHP terus. Lebih baik dibatalkan saja. Nanti saya kasih masuk batu buat rumah saja,” jelas Makku.
Hal serupa dilontarkan Hama Daeng Alle. Dikatakan, apa yang dilakukan Daeng Lili itu benar. Karena Pemkab Jeneponto selalu janji palsu. ”Besok-besok terus. Kapan realisasinya. Kalau tidak ada uang, jangan dikerja dulu,” tandas Daeng Alle.
Lebih baik, kata Daeng Alle, batalkan saja. Karena bikin jengkel saja. ”Sudah ada beberapa orang datang. Baik lurah Empoang Selatan, camat Binamu dan pertanahan, semua hanya bilang sabar menunggu. Ini dibilang paling lambat akhir bulan Desember 2016. Sekarang bulan Januari 2017. Tunggu apa lagi,” protes Hama Daeng Alle.
Lurah Empoang Selatan, Yusuf Karaeng Jalling, mengatakan, apa yang dilakukan warga Pannara dengan menutup jalan sehingga tidak boleh ada orang lewat, itu benar. Karena lahannya belum dibayarkan.
Namun demikian, sebaiknya warga jangan menutup jalan, karena menghambat jalannya warga. Kami usahakan pembayaran secepatnya,” jelas Yusuf Karaeng Jalling. (krk/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top