Berita Kota Makassar | Baju Dinas Legislator Maros Rp1,2 Juta per Lembar
Gojentakmapan

Baju Dinas Legislator Maros Rp1,2 Juta per Lembar

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menganggarkan dana untuk pengadaan baju dinas anggota DPRD Maros sebesar Rp180 juta. Pengadaan baju tersebut akan digunakan untuk 35 legislator di DPRD Kabupaten Maros ditahun 2017 ini.
Sekretaris DPRD Maros, To Wadeng, menjelaskan, pengadaan pakaian dinas untuk anggota DPRD Maros merupakan salah satu fasilitas yang didapatkan setiap tahun. Karenanya, setiap tahun pula anggota DPRD Maros akan mendapatkan pakaian seragam baru yang berjumlah 4 pasang.
Empat pasang pakaian seragam tersebut terdiri dari Pakaian Sipil Harian (PSH) 2 pasang, Pakaian Sipil Resmi (PSR) 1 pasang, dan Pakaian Dinas Harian (PDH). To Wadeng mengatakan, pengadaan pakaian dinas anggota DPRD sudah diatur dalam undang-undang. Hal itu merupakan ketentuan yang harus dilaksanakan. Meski begitu, pengadaan baju itu harus diambil dalam bentuk barang dan tidak boleh diuangkan.
”Memang untuk pengadaan pakaian seragam, setiap tahun dianggarkan. Karena itu merupakan aturan diatur dalam undang-undang. Meski begitu, yang bersangkutan sama sekali tidak boleh meminta dalam bentuk uang. Mereka harus mendapatkannya dalam bentuk barang. Selama ini sudah seperti itu. Dan tidak pernah ada anggota dewan yang meminta pakaian seragam itu dalam bentuk uang, meski pakaian tahun lalu masih bagus,” jelasnya panjang lebar.
To Wadeng merinci, dengan anggaran Rp180 juta, maka harga baju anggota DPRD Maros berkisar Rp1,2 juta per baju. Namun kata dia, ada juga baju yang harganya tidak mencapai Rp1 juta.
”Aturannya ada berdasarkan Peraturan Pemerintah 16. Jadi DPRD akan mendapat jatah baju jas 1 kali dalam 5 tahun. Selain itu, untuk baju dinas lainnya masing–masing anggota mendapatkan 4 setel baju setiap tahun. Ini bila dikalkulasi, maka satu setel baju dinas harganya berkisar Rp1,2 juta perbaju,” jelasnya saat ditemui di kantor DPRD Maros.
Namun, kata To Wadeng, pengadaan baju dinas ini akan dilakukan tender melalui proses lelang elektronik. Dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp180 juta yang bersumber dari APBD Pokok 2017. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top