Awal Penjabaran Visi-Misi Thorig – Berita Kota Makassar
Headline

Awal Penjabaran Visi-Misi Thorig

TAHUN 2017 menjadi momen penting bagi Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler. Bersama Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, pasangan yang dilantik 17 Februari 2016 itu akan memulai menjabarkan visi dan misinya di tahun ini.

Laporan: Alpian Alwi

ADA banyak program yang dijanjikan ketika Thorig-Irwan berkampanye di depan rakyat Lutim. Saat terpilih, program itu langsung disusun dengan apik. Begitupun agenda untuk merealisasikannya, pun telah dijadwalkan.
Terdapat 119 sektor kegiatan yang diakumulasikan dalam program tersebut. Semuanya melekat pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Visi misi itu dilaksanakan berdasarkan penjabaran melalui RPJMD untuk tahun 2016-2021 mendatang. Di Lutim terdapat 23 SKPD.
”Tahun ini menjadi awal penjabaran visi dan misi kami. Termasuk untuk sektor pendidikan dan kesehatan,” kata Thorig.
Dari berbagai program yang ada, Pemkab Lutim mengutamakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya pemberian bantuan hibah. Diantaranya biaya kuliah bagi mahasiswa, bantuan kepada siswa tingkat SMP ke bawah. Termasuk kesehatan gratis.
“Saat ini yang kita utamakan adalah pemberian bantuan hibah kepada masyarakat. Untuk kesehatan gratis juga sudah kita persiapkan mulai Januari tahun ini,” terang Husler.
Sebagai orang nomor satu di Bumi Batar Guru, Husler penuh optimistis. Dia yakin, seluruh program kerja yang telah direncanakan di tahun 2017 ini dapat terealisasi dan berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.
Optimisme itu cukup beralasan. Salah satu tolok ukurnya adalah kekompakan para pimpinan dan pelaksana lapangan di masing-masing SKPD. Hasilnya akan dievaluasi pada triwulan kedua dan ketiga.
”Kalau ditanya soal optimis, saya pastinya optimis. Apalagi dengan melihat antusias teman-teman SKPD saat ini. Mereka bekerja dengan kompak. Itu menjadi jaminan program yang ada akan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Meski begitu, dia tetap berharap seluruh elemen masyarakat dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan program yang telah disusun. Caranya, dengan mengawal kegiatan yang akan dilaksanakan. Terutama pada sektor pembangunan.
”Tentu, sebagai pemerintah kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kegiatan pembangunan. Utamanya yang fisik. Kemudian sinergitas antara masyarakat terhadap apa yang diharapkannya juga dapat bersama mengawalnya. Baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten,” terang Husler.
Untuk tahun 2017 ini, Pemkab Lutim mengalokasikan anggaran senilai Rp10 miliar untuk pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu. Penerimanya tidak memandang derajat seseorang.
Hanya saja, untuk memperolehnya tidak semudah membalik telapak tangan. Karena itu, pemerintah berharap agar para mahasiswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh guna mengukir prestasi.
Disebutkan Husler, mahasiswa yang bermohon untuk mendapatkan bantuan berjumlah 6.200. Mereka terdata di masing-masing kecamatan.
”Nantinya aakn dilakukan verifikasi. Insya Allah, setengah dari jumlah itu akan mendapatkan bantuan pendidikan,” janjinya.
Sementara untuk infrastruktur, Pemkab Lutim melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah mempersiapkan anggaraan sebesar Rp179 miliar. Uang tersebut nantinya akan dialokasikan pada sejumlah kegiatan sesuai dengan visi dan misi yang telah disusun. Seperti irigasi, air bersih, sanitasi, dan drainase lintas kecamatan dan desa.
Selain itu, juga akan dilakukan pekerjaan jalan aspal sepanjang 50 kilometer. Beton 10 kilometer. Jembatan lima unit. Jaringan irigasi 25 kilometer, dan bendung maupun bendungan lima unit.
Untuk air bersih, kata Husler, pemerintah akan fokus pada perbaikan aset yang tahun lalu dikelola oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim).
“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan PDAM dan camat, terkait potensi air bersih yang dapat dibangun dan menginventarisir proyek air bersih yang belum maksimal maupun sudah maksimal,” ungkapnya.
Pada sektor kesehatan, pemerintah juga sudah merencanakan pembangunan rumah sakit tipe C di Kecamatan Malili. Namun, untuk tahun ini Dinas Kesehatan sementara melakukan uji kelayakan dan pengadaan tanah.
“Kita juga melaksanakan pengadaan motor operasional sebanyak 6 unit untuk bidan. Mobil ambulans dan mobil jenazah masing-masing satu unit. Sementara untuk kesehatan gratis, pemerintah sudah menanggung sebanyak 68.783 jiwa bekerja sama dengan BPJS,” tandas Husler. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top