Headline

Siapa Berani Tantang Petahana

MAKASSAR, BKM — Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar akan dihelat tahun depan. Kini, sejumlah nama mulai bermunculan. Mereka akan menantang sang incumbent Moh Ramdhan Danny Pomanto. Kuatkah para penantang melawan incumbent?

Sedikitnya, sudah 11 nama yang mulai disebut-sebut akan ikut meramaikan bursa calon Wali Kota Makassar. Namun, dari 11 nama ini, hanya ada sekitar tujuh nama berpeluang menjadi lawan Danny di 2018 nanti.
Tujuh nama tersebut yakni Irman Yasin Limpo (Kadis Pendidikan Sulsel), Indira Chunda Thita YL (anggota DPR RI), Syamsu Rizal MI (Wakil Wali Kota Makassar), Andi Rahmatika Dewi (Wakil Ketua DPRD Sulsel), Kadir Halid (anggota DPRD Sulsel), Farouk M Betta (Ketua DPRD Makassar) dan Husain Abdullah (Jubir Jusuf Kalla).
Dari tujuh nama ini, dua nama sudah pernah menjadi lawan Danny saat Pilwali 2013 lalu. Keduanya yakni Irman Yasin Limpo dan Kadir Halid. Sedangkan Syamsu Rizal adalah pasangan Danny di Pilwali 2013 yang kemungkinan besar berubah menjadi penantang.
Sementara empat nama lain adalah penantang baru. Namun, mereka tetap lawan kuat. Mereka memiliki basis massa yang kuat. Sebut saja Rahmatika di Nasdem, Thita di PAN, Farouk di Golkar dan Husain Abdullah di kalangan profesional. Bahkan, saat ini mantan koresponden RCTI ini telah membuat tim pemenangan.
Pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif Indek Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir menilai para penantang Danny harus bekerja keras untuk mengalahkan petahana. Menurut Suwadi, sebagai incumbent, sang arsitek ini memiliki peluang besar terpilih kembali karena kinerjanya terlihat.
“Danny bisa kembali memenangkan Pilwali asalkan mampu membangun kekuatan politik untuk dijadikan mesin kerja politik. Selain itu, Danny juga perlu menggandeng figur yang tepat, ” kata Suwadi kepada BKM, Kamis (5/1).
Figur yang dimaksud, lanjut Suwadi, adalah figur yang berlatar belakang birokrat yang bersih dan sangat berpengalaman atau politisi matang.
Di kalangan birokrat, Suwadi menyebut nama mantan Sekkot Makassar, Anis Kama dan mantan Sekkab Gowa, Yusuf Sommeng, calon yang baik.
Sementara, di kalangan politisi yang disebut cocok mendampingi Danny yakni Farouk M Betta, Kadir Halid, Rusdin Abdullah dan Andi Rahmatika.
“Figur-figur tersebut akan sangat membantu Danny menguatkan peluangnya kembali menang. Sebab figur-figur tersebut sangat matang di bidangnya masing-masing,”jelasnya.
Lalu siapa penantang Danny yang dinilai cukup kuat? Suwadi menyebut Irman Yasin Limpo, Syamsu Rizal dan Husain Abdullah. “Ketiga figur ini berpotensi menjadi lawan tangguh bagi Danny, sebab mereka memiliki citra politik yang bagus sebagai modal melawan Danny,” ujarnya.
Namun pendapat ini berbeda dengan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad. Firdaus menilai jika penantang terkuat Danny berasal dari kutub politik paling kuat di Sulsel. Yakni kutub Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin.
Di kutub Ilham, ada Deng Ical (Syamsu Rizal MI) dan Rahmatika Dewi dan di kutub Syahrul ada Irman atau None dan Thita.
“Selain itu, sekarang ada lagi kutub politik baru yakni Nurdin Halid. Di kutub ini ada Aru (Farouk) dan Kadir Halid. Kalau ingin melenggang mulus, Danny harus merebut salah satunya sebagai calon wakilnya,” pungkas Firdaus.

Tunggu Perintah Partai

Semakin dekatnya hajatan Pilwali Makassar, ternyata belum juga memanaskan Deng Ical. Ia mengaku masih tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil mendampingi Danny Pomanto. Padahal, Ical disebut-sebut sebagai kandidat terkuat melawan pasangannya ini.
“Saya fokus dulu dengan tugas saya sebagai wawali. Tapi, kalau partai meminta tentu saya harus siap,” ujar sekretaris DPD Demokrat Sulsel ini, kemarin.
Bagaimana calon penantang Danny lainnya. Andi Rahmatika Dewi bahkan saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi. Baik di lapangan maupun di media sosial. “Partai sudah meminta saya untuk sosialisasi, makanya kita jalan,” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Berbeda dengan Irman YL yang belum memberikan komentar terkait kesiapan maju di Pilwali. Dalam sejumlah kesempatan, adik bungsu SYL hanya melontarkan kalimat pendek. “Jangan pikir macam-macam,” katanya. Kalimat ini juga yang ia sebar dalam bentuk baliho beberapa bulan yang lalu.
Sementara itu, HA Kadir Halid mengaku masih menunggu hasil survei. “Kita lihat survei nanti,” ujar Kadir.
Fungsionaris Golkar Sulsel, Muhamad Risman Pasigai menegaskan bila Golkar sangat memungkinkan mendorong kadernya maju di Pilwali baik untuk 01 maupun 02. “Tak masalah kita dorong paket Golkar-Golkar,”ujar Risman kemarin.
Secara terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku enggan berbicara politik. Apalagi masalah Pilwali. Ia menegaskan, saat ini ia fokus menjalankan tugasnya sebagai wali kota. (rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top