Polisi Masih Dalami Keterangan Saksi – Berita Kota Makassar
Headline

Polisi Masih Dalami Keterangan Saksi

GARIS POLISI - Rumah Marten Minggu, kakek Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans B Mangera diberi garis polisi. Marten tewas setelah mengalami luka tusuk sebanyak 23 kali.

PINRANG, BKM — Kasus pembunuhan Marten Minggu (98), seorang kakek di Kabupaten Pinrang bikin heboh. Selain dilakukan secara sadis, korbannya juga adalah kakek yang hampir berumur satu abad.

Namun, siapa sangka jika korban adalah keluarga salah satu mantan pejabat di Polda Sulsel. Marten Minggu diketahui adalah kakek dari mantan Kabid Humas Polda Sulsel yang kini menjabat Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Kematian sang kakek membuat Frans terpukul. Apalagi, kematiannya karena dibunuh secara sadis. Frans tak menyangka kakeknya meninggal dunia dengan cara seperti ini.
“Saya sangat berduka. Korban adalah kakek saya,” kata Frans sedih saat dihubungi BKM melalui teleponnya, Kamis (5/1).
Frans pun meminta agar aparat kepolisian mengusut dan mencari pelakunya. “Kami serahkan kepada polisi untuk mengusut kasus ini. Keluarga kami berharap pelakunya segara ditangkap,” ujar Frans lagi.
Sementara itu, adik kandung Frans, Nicodemus P Mangera yang dihubungi via ponsel mengaku, jika ia sudah berada di rumah duka. Nicodemus mengungkapkan jika, jasad kakeknya akan dibawa ke Tana Toraja untuk dimakamkan di pekuburan keluarga.
Seperti diketahui bahwa, Marten Minggu ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Rusa, Pinrang, Rabu (4/1) sore. Ia tewas dengan 23 tusukan di seluruh tubuhnya.
Hingga sore kemarin, pelaku pembunuhan belum diketahui. Namun, polisi telah memeriksa empat orang saksi mata. Salah satunya adalah Anti, tetangga korban yang selama ini sering membantu pekerjaan di rumah Marten.
Marten Minggu pertama kali diketahui tewas oleh anak lelakinya, Agustinus Minggu. Menurut penuturan Anti, hari saat kejadian ia datang ke rumah Marten siang hari. Tidak lama berselang, anak korban, Agustinus Minggu tiba di rumah untuk makan siang.
Agustinus kemudian bertanya kepada Anti tentang keberadaan bapaknya. Anti menjawab, mungkin korban lagi istirahat di dalam kamarnya. Setelah mencari di kamarnya, korban tidak ditemukan.
Agustinus kemudian menyisir satu per satu ruangan yang ada di dalam rumah. Dia terkejut ketika menemukan ayahnya tewas dalam kondisi tragis di kamar belakang. Jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Lasinrang untuk divisum.
Sementara itu, saat polisi melakukan penyisiran, mereka menemukan sebuah sarung badik yang diduga milik pelaku. Uang korban sebanyak Rp450 ribu tak diambil tetapi berhamburan di lantai.
Sejauh ini, penyidik masih kesulitan mengungkap siapa pelaku utama dan motifnya seperti apa. Reskrim Polres Pinrang pun melibatkan tim Resmob, Inafis dan Jatanras Polda Sulsel.
“Kasus pembunuhan kakek Marten masih kita selidiki. Ada kejanggalan dibalik kematiannya karena barang berharga tidak ada yang hilang. Makanya kita libatkan tim Jatanras, Inafis dan Resmob Mapolda karena kita curigai pelaku lebih dari 1 orang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Nasir via selulernya, kemarin.
Sementara Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu (4/1) petang sudah memerintahkan agar kasus ini segera diungkap.
“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti di TKP, seperti sarung badik yang di gunakan pelaku dan harta korban yang ternyata tidak ada yang hilang. Kuat dugaan ini adalah pembunuhan,” ungkap Leo.
“Tunggu saja hasil selanjutnya karena kita masih mengumpulkan data-data,” tambah mantan Kapolres Enrekang ini. (ish-ady)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top