JSI: Publik Masih Inginkan Danny – Berita Kota Makassar
Headline

JSI: Publik Masih Inginkan Danny

Ini akan menjadi catatan penting bagi para calon penantang Danny Pomanto di Pilwali Makassar 2018. Ternyata, hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) di Desember 2016, sebagian besar publik Makassar masih menginginkan Danny memimpin Makassar periode mendatang.
Pada survei JSI, 77,05 persen, publik Makassar mengaku puas dengan kinerja Danny-Ical memimpin Makassar.
Danny, dalam survei tersebut, dipersepsikan sukses menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wali kota. “Kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot berbanding dengan kepuasan publik untuk berbagai bidang. Seperti pelayanan publik, infrastruktur, penegakan hukum, ekonomi, sosial dan politik. Itu di atas 70 persen semua,” sebut Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh, Kamis (5/01).
Arif menguraikan, dalam survei yang melibatkan 440 responden dengan teknik multistage random sampling, juga merekam respon publik terhadap beberapa program unggulan yang diterapkan Danny. Seperti Makassar Tidak Rantasa, Lorong Garden, Makassar Home Care dan Makassar Smart City.
“Dari beberapa program unggulan itu, rata-rata di atas 60 peresen mengaku cukup puas,” tambah Arif.
Ariuf mengurai, jika tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot Makassar itu tidak terlepas dari kepemimpinan Danny yang dinilai cukup meyakinkan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Begitu pun janji-janji politiknya saat maju mencalonkan diri di Pilwali lalu, lebih 60 persen responden mengakui sudah terealisasi.
Hanya saja, lanjut Arif, yang mesti diperhatikan Danny dan jajaran Pemkot, serta semua stakholder adalah penanganan stabilitas keamanan masyarakat. Pasalnya, dari berbagai item yang dimasukkan di survei, paling banyak dibutuhkan adalah jaminan keamanan. Tercatat, ada 32,27 persen yang meminta pengamanan ditingkatkan. Disusul harapan publik, yakni penciptaan lapangan kerja yang luas, 23,64 persen. Sementara yang lain di bawah 10 persen.
Disinggung mengenai dukungan publik terhadap Danny untuk Pilwali 2018 mendatang, Arif mengakui jika tingkat kesukaan dan elektabilitas kepala daerah berlatar belakang arsitek itu masih sangat tinggi. Angkanya menembus di atas 50 persen.
“Semakin sedikit figur yang disimulasikan, elektabilitas Danny semakin tinggi. Begitupun simulasi pasangan, siapapun yang dijadikan pendamping, masyarakat tetap menerima,” tambah Arif yang lembaganya pernah mendapatkan Rekor MURI paling presisi hasil quick count di pilkada.
Ia memaparkan, dari berbagai figur yang dimasukkan di survei, ada dua nama yang memungkinkan bisa menjadi rival. Masing-masing, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Pasalnya, elektabilitas dua figur itu berada di bawah Danny.
“Syamsu Rizal itu masih jauh tertinggal jika ditempatkan sebagai bakal calon wali kota. Tapi ketika dimasukkan sebagai calon wakil wali kota, justru posisinya paling di atas dibanding nama-nama lain,” papar Arif.
Kendati hasil survei JSI masih menempatkan Danny jauh di atas, Arif mengingatkan Danny agar tidak over convidence. Alasannya, tahapan Pilwali masih lama dan memungkinkan ada perubahan-perubahan yang terjadi.
Di tambah lagi, katanya, karakter pemilih di perkotaan yang heterogen, serta penyebaran informasi mudah diakses untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top