Metro

Deng Ical: Yang Buruk Dimutasi

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar masih melakukan evaluasi terhadap kinerja enam perusahaan daerah (Perusda). Saat ini Pemkot Makassar melakukan pengumpulan data permasalahan yang dihadapi enam perusda.

Keenam perusda tersebut yakni PD Pasra Makassar raya, PD Parkir Makassar Raya, PD Terminal Metro, PD Parkir Makassar Raya, PDAM Kota Makassar serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal membenarkan jika Bagian Pengendalian Administrasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) dan masyarakat masih melakukan evaluasi dan mengumpulkan seluruh data-data permasalahan yang dimiliki setiap perusda.
Hasil evaluasi yang dikumpulkan Pemerintah Kota Makassar terhadap kinerja seluruh perusda, jelas Deng Ichal sapaan akrabnya, akan diputuskan untuk dilakukan perbaikan dengan cara mutasi.
“Kita masih evaluasi ini, nanti hasilnya diputuskan apakah dilakukan mutasi atau bagaimana. Ini sementara kita kumpulkan data dari Ekbang dan masyarakat secara langsung,” ucapnya.
Menurut Ical, sebaiknya hasil evaluasi dilaksanakan maksimal, sehingga menjadi acuan untuk melakukan mutasi agar menjadikan kinerja perusda lebih baik.
“Harusnya ini sudah ada hasilnya, tapi kita tunggu datanya lagi. Jadi hasilnya sekali lagi baru bisa diputuskan setelah melihat hasil evaluasi,” ujarnya.
Terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar juga menilai, kinerja perusdap) Makassar sampai saat ini masih buruk dan kurang maksimal. Salah satunya, pencapaian target Pendapat Asli Daerah (PAD) Makassar.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, selama ini kinerja buruk diperlihatkan direksi PD Rumah Pemotongan Hewan. Apalagi, direktur utamanya masih dijabat pelaksana tugas.
Begitupun dengan penanganan pasar dadakan yang belum maksimal dilakukan PD Pasar Makassar Raya, serta penanganan juru parkir liar oleh PD Parkir dan penanganan terminal bayangan yang dipercayakan penertibannya ke PD Terminal Metro.
“Terminal dan parkir yang kian hari makin sembraut. Terminal bayangan masih tetap ada tanpa tindakan maksimal. Dan yang parah, makin menjamurnya jukir liar di sejumlah ruko dan mal dan tidak ditindaki maksimal. Padahal itu semua adalah aset untuk pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Makassar,” ungkapnya kepada BKM, Kamis (5/1).
Senada juga diungkapkan anggota Komisi C Bidang Pembangunan, Zaenal Beta. Dia mengatakan, kinerja perusda memang masih buruk, mereka hanya bisa mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. “Saya sudah sejak 2007 mengamati kinerja semua perusda, dan ada-ada saja bermasalah,” ujarnya.
Olehnya, tambah, Zaenal Beta, PD Terminal dan PD Parkir sudah perlu dikelola oleh UPTD (unit pelaksana teknis daerah).
“Harus dibawahi oleh UPTD Perhubungan dan itu jauh lebih bagus karena bisa di biayai oleh APBN,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B bidang Perekonomian dan Pendapatan, William mengatakan, perusda seharusnya bisa berinovasi dalam meningkatkan PAD. Dulu saat lelang direksi perusda banyak janji-janji program yang belum terealisasi sampai saat ini.
Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Makassar, Amar Bustanul hanya mendesak Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto segera mengevaluasi direksi perusda. Selama satu tahun pasca lelang jabatan progres yang dihasilkan 6 perusda dianggap tidak maksimal.
Dari enam Perusda di Makassar, tiga di antaranya disebut paling tidak mampu menunjukkan perubahan signifikan. Tiga Perusda tersebut adalah Terminal Makassar Raya, Rumah Potong Hewan, dan PD Pasar Raya. Dia menyebut ketiganya tidak menepati janji saat lelang jabatan untuk menambah PAD. Amar mengungkapkan target PAD tidak mampu dicapai selama satu tahun menjabat.(arf-ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top