Metro

Kopel: BK Terkesan Takut

MAKASSAR, BKM– Komite Pemantau Legislasi (Kopel) Sulsel menyayangkan sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar yang hingga kini belum juga mengumumkan kinerja legislator 2016 lalu.

Kopel menduga BK selain takut mengumumkan teman sekantornya, BK juga sudah dinilai telah melanggar tata tertib karena tidak menyampaian kinerja dewan setelah masa akhir persidangan.
“Hingga detik ini Kopel tetap meminta BK untuk mengumumkan sejumlah nama legislator yang memiliki pelanggaran kedisplinan atau tingkat kehadiran rendah selama 2016, dan juga masalah etika,” tegas Direktur Komite Pemantau Legislasi (Kopel) Sulsel, Musaddaq, kepada BKM, Rabu (4/1).
Padahal jelas Musaddaq, penilaian BK sangat penting diketahui oleh masyarakat luas, karena ini sesuai dengan amanat undangundang dan mereka telah dilindungi oleh undangundang. Keberanian anggota BK untuk mengumumkan kinerja dewan bisa menjadi rujukan masyarakat pemilih untuk tidak lagi memilih wakilnya yang malas.
Lebih jauh kata dia, BK sebagai salah satu alat kelengkapan dewan (AKD) yang ditunjuk secara resmi melakukan penindakan terhadap sikap indisipliner legislator, harus bersikap tegas, termasuk memberikan sanksi atau teguran pada lagislator yang malas menghadiri rapat.
“Kita sudah meminta nama-nama oknum dewan yang bermasalah dan melanggar kedisiplinan tapi tidak mendapatkan respon dari BK. BK dinilai berhasil jika tidak takut dengan sesama anggota dewan lainnya. Tapi hingga saat ini sikap yang diperlihatkan BK terkesan tidak menjalankan tanggungjawabnya dengan baik. Mungkin saja BK tidak pernah memeriksa absen dewan, sehingga tidak ada dasar menegur?,” tanyanya.
Menyikapi hal itu, Ketua Badan Kehormatan, Agung Wirawan mengatakan, selama 2016 tingkat kehadiran dewan meningkat dibandingkan 2015 lalu. Hal itu menurut dia terlihat dari absensi setiap agenda rapat. “Kehadiran legislator dalam mengikuti rapat meningkat dari 2015 lalu. Jika tidak hadir mereka tetap meminta izin,” ujarnya tanpa menyebutkan angka peningkatannya.
Senada dengan Agung, Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali membenarkan adanya tingkat antusiasme dewan dalam menghadiri sejumlah agenda rapat pada 2016. ?Menurut Politisi Partai Demokrat itu, anggota dewan tidak hanya rajin, namun di tahun kedua untuk periode 2014-2019 juga sudah kritis dalam mempertanyakan sejumlah program kerja.
“Khusus legislator yang ada di Badan Anggaran (Banggar) sangat rajin, dua agenda banggar baru-baru ini yakni pembahasan APBD Perubahan 2016 dan Pokok 2017 tingkat kehadiran diatas 80 persen,” ucapnya.(ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top