Headline

Januari, Bencana Ancam Sulsel

MAKASSAR, BKM — Januari ini semua pihak harus waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel melansir sejumlah bencana alam berpotensi terjadi di bulan ini.

Prakirawan BMKG Sulsel, Soedjarwo mengungkapkan, Januari ini memang sudah masuk puncak musim hujan. Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan curah hujan.
“Intensitas hujan dengan kapasitas sedang hingga tinggi akan terjadi selama bulan ini, ” kata Soedjarwo kepada BKM, Rabu (4/1).
Di Januari ini, curah hujan bisa saja terjadi sepanjang hari baik pagi, siang, sore, malam, hingga subuh.
Intensitas curah hujan sejak Desember sudah mencapai 459 mm dan diperkirakan bulan ini akan lebih tinggi lagi.
Soedjarwo mengatakan, hujan deras dengan kapasitas cukup tinggi akan berlangsung hingga di akhir bulan dan kemudian akan perlahan-lahan mulai menurun.
Selain hujan deras, dia mengatakan, yang juga perlu diwaspadai adalah angin kencang terutama di wilayah Sulsel bagian barat dan utara.
Untuk wilayah barat, angin dengan kecepatan tinggi kemungkinan bisa terjadi di Kabupaten Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. Sementara wilayah utara seperti Tator, Enrekang, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo.
Cuaca ekstrim seperti yang terjadi saat ini juga bisa memicu terjadinya bencana longsor. Menurut Soedjarwo, semua daerah dataran tinggi dan pegunungan berpotensi terjadi longsor. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrim di bulan ini. Terutama di daerah-daerah yang berpotensi terjadi longsor maupun angin kencang.
Dari pemantauan kondisi atmosfer terkini terdapat indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Karena itu, masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan seluruh aparat mulai tingkat bawah hingga atas harus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah masing-masing.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga sudah menyiapkan dana darurat untuk penanggulangan bencana jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati Syahrul tak mau menyebutkan besarannya, dana tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan.
Proses pencairannya juga dijamin tidak akan memakan waktu karena dibutuhkan penanganan yang cepat bagi penanggulangan bencana. Namun dia tetap berharap tidak terjadi hal-hal yang diinginkan di Sulawesi Selatan.
Selain itu, lanjut Syahrul, sudah diperintahan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk cepat tanggap dalam menangani berbagai bencana. Daerah-daerah yang masuk dalam daftar rawan bencana harus mendapat perhatian khusus.
“Bupati, wali kota, camat, hingga lurah harus peka melihat kondisi saat ini, ” tegasnya.
Instansi kesehatan juga dimintai tetap siaga dan mempersiapkan segala alat medis serta obat-obatan sehingga jika dibutuhkan sudah ada.
“Perkuat buffer stock supaya bisa langsung digunakan saat dibutuhkan, ” jelas Syahrul.
Koordinasi juga terus dilakukan terutama dengan BPBD kabupaten/kota, BMKG, Basarnas, Kepolisian, TNI, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.
Tercatat sejak bulan lalu, longsor mulai terjadi di beberapa ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Seperti yang terjadi di Poros Bulu Dua, Dusun Kessi, Desa Gattateng Toa, Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, yang menjadi penghubung Soppeng- Barru.
Kepala BPBD Sulsel Syamsibar mengatakan pihaknya melalui BPBD kabupaten/kota, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi memasuki puncak musim hujan. Salah satunya, untuk masalah tanah longsor yang sangat potensial terjadi.
“Bupati atau walikota sebagai penanggung jawab, BPBD sebagai pelaksana teknis. Untuk mengatasi longsoran, kita bekerjsama dengan Dinas PU yang memiliki alat berat seperti eskavator dan louder,” katanya.
Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir ia menghimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,5 – 3,0 meter di Laut Andaman, Samudera Hindia, Perairan Utara Kep.Natuna, Laut Cina Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumba dan Laut Halmahera. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top