Headline

Honorer Tebar Teror, Sasarannya Gereja dan Kantor Bupati

MAKASSAR, BKM — Nur Rahmat Saleh (23), warga Jalan Patta Tejora No 2 Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar akhirnya diamankan polisi di rumahnya, Selasa (3/1) pukul 23.30 Wita. Ia ditangkap karena diduga telah melakukan aksi teror sebelum malam tahun baru lalu.
Rahmat yang tercatat sebagai tenaga honor di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Selayar ini sebelumnya mengirim surat elektronik ke email milik Humas Pemkab Kepulauan Selayar 29 Desember 2016 lalu.
Dalam surat elektroniknya itu, Rahmat mengancam akan melakukan aksi jihad di dua gereja di Selayar. Kedua gereja itu adalah Gereja Siloam Menistri dan Gereja Masesse Baji. Dalam emailnya, Rahmat juga mengutip dua ayat Alquran.
Selain mengancam dua gereja, Rahmat yang mengaku akan menikah tiga bulan depan, juga mengancam melakukan aksi teror di rumah jabatan Bupati Kepulauan Selayar dan Mapolres.
Surat yang dikirim Rahmat ke email: humas.sly@gmail.com pertama kali diketahui oleh operator Humas Pemkab Kepulauan Selayar, Murah Kurniadi. Akun pengirimnya salim.mubarok@yahoo.com. Setelah membaca surat elektronik yang berisi teror itu, pihak Humas Pemkab Kepulauan Selayar langsung melaporkan ke Polres. Polres pun melakukan koordinasi dengan Polda Sulsel.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dalam keterangan persnya, Rabu (4/1) mengatakan, setelah menerima informasi tersebut Polda dan Polres Selayar langsung membentuk tim Informasi Telekomunikasi (IT). Polisi mulai menelusuri pemilik akun tersebut.
“Kita langsung tindaklanjuti informasi tersebut dan membentuk tim gabungan IT. Aksi teror lewat email ini ternyata sudah sangat meresahkan warga Selayar,” kata Dicky.
Kapolres Selayar, AKBP Eddy Suryantha Tarigan memimpin langsung tim untuk mencari siapa pelaku teror. Dari hasil penyelidikan, ternyata akun itu bukan nama pelaku. Namun, dari akun itu, setelah ditelusuri, terungkap sebuah nomor ponsel. Ternyata nomor ponsel itu adalah milik Rahmat yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Selayar, AKBP Eddy Suryanta Tarrigan menambahkan, saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Ia ditangkap di rumahnya. Setelah ditangkap, Rahmat langsung diterbangkan ke Polda Sulsel di Makassar.
Lebih jauh kapolres menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan aksi teror hanya iseng-iseng saja. “Dari pengakuan sementara, tersangka mengaku melakukan itu hanya iseng saja,” kata Kapolres.
Namun, saat pemeriksaan, tersangka mengaku jika ia mengaku kecewa dengan pengamanan yang dilakukan polisi di dua gereja di Selayar yakni Gereja Siloam Menistri dan Gereja Masesse Baji.
“Selain di dua gereja ini, tersangka mengaku juga akan melakukan teror di rumah jabatan bupati dan Mapolres Selayar,” tambah Kapolres.
Eddy mengungkapkan, polisi juga masih memeriksa empat orang saksi. Keempatnya adalah Andi Bau (keluarga tersangka), Ririn Satriani (mantan pacar tersangka), Nurhayati (calon istri tersangka) dan Murah Kurniadi (operator email Pemkab Selayar).
“Katanya tersangka akan melangsungkan pernikahan tiga bulan kedepan. Tapi kami akan tetap mengusut kasus ini,” tegas Eddy. (ish)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top