RMS Bertekad tak Ada Lagi Orang Miskin di Sidrap – Berita Kota Makassar
Headline

RMS Bertekad tak Ada Lagi Orang Miskin di Sidrap

Tahun 2016 telah berlalu. Banyak hal yang menjadi pelajaran. Kendati pertumbuhaan ekonomi tahun 2016 tidak terlalu baik, tidak membuat kita putus asa. Apalagi bagi kepala daerah yang selalu berjuang mensejahterakan rakyatnya. Optimisme harus dibangun.

Pada awal tahun ini, Berita Kota Makassar menurunkan tulisan tentang optimisme para kepala daerah membangun wilayahnya. Tulisan ini diawali dengan optimisme Bupati Sidrap, Rusdi Masse (RMS) di 2017 .
Berdasarkan, program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, tahun ini RMS masih fokus pada program pengentasan kemiskinan. Padahal, tahun lalu, Sidrap berada di posisi puncak sebagai kabupaten paling rendah angka kemiskinannya dibanding seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

Di tahun ini, Rusdi Masse ingin kembali mencatat prestasi gemilang. Di tahun terakhir masa jabatannya, Rusdi Masse bertekad tidak ada lagi warganya berpenghasilan di bawah garis kemiskinan.

Lalu bagaimana cara untuk mewujudkan resolusinya tahun ini? Rusdi Masse mengaku, caranya adalah memperbaiki kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidrap dan meningkatkan serta mengalokasikan anggaran lebih besar untuk sarana infrastruktur ketimbang anggaran belanja aparatur.

Artinya, kata Bupati RMS, setiap rencana kerja harus lebih matang ketimbang tahun sebelumnya. Sehingga prestasi kerja yang telah diraih tahun lalu, tahun ini harus lebih baik dan berkualitas. Khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya sudah targetkan tahun 2017 ini, tidak ada lagi penduduk Sidrap yang miskin. Progresnya sudah jelas, peningkatan infrastruktur harus lebih matang. Porsi anggarannya juga harus lebih besar. Yang terpenting dibarengi peningkatan kinerja ASN agar hasil kerja bisa maksimal dan diwujudkan harapan pengentasan kemiskinan kedepannya,” ungkap H Rusdi Masse, di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Senin (2/1) lalu.

Untuk itu, RMS, mengajak masyarakat bersama pemerintah bekerja lebih maksimal lagi. Utamanya membangun sektor ekonomi, terutama sektor pertanian.

“Saya sudah menekankan untuk 2017 anggaran infrastruktur dinaikkan menjadi 60 persen. Ini untuk peningkatan saran dan prasana jalan, jembatan, pemukiman, jalan tani dan sarana umum lainnya,” katanya.
“Harapan saya, semoga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidrap di tahun 2017 akan lebih bagus, lebih meningkat. Mudah-mudahan lebih bagus dari yang kemarin. Dan orang miskin di Sidrap tidak ada lagi,” imbuh RMS lagi.

Sekadar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data berdasarkan hasil survei. Dimana lima tahun terakhir terjadi peningkatanan pendapatan per kapita warga Sidrap. Dimana, angka kemiskinan Sidrap pada tahun 2015 turun menjadi 5,55 persen dari angka sebelumnya 5,82 persen pada tahun 2014.

Persentase angka kemiskinan ini dikeluarkan secara nasional oleh Deputi Statistik Ketahanan Sosial BPS RI tanggal 6 Oktober 2016. Hal tersebut dibenarkan Kepala BPS Sidrap Misbahuddin.

“Ini data 2015 mencatat terdapat 690 orang miskin berhasil dikeluarkan dari jurang kemiskinan dalam setahun terakhir di Sidrap. Pantas Sidrap mempertahankan posisinya sebagai kabupaten paling rendah angka kemiskinannya dibanding kabupaten lain di Sulsel,”papar Misbahuddin.

Misbahuddin membeberkan kemiskinan sejumlah kabupaten lainnya di bawah Sidrap yakni Bantaeng 9,53 persen, Jeneponto sekitar 15,31 persen, Selayar 12,94 persen dan selanjutnya daerah yang lain.

BPS mencatat, untuk skala Pulau Sulawesi, Sidrap menempati urutan kedua setelah Kabupaten Mamuju Utara dengan angka kemiskinan 4,99 persen.

“Itu artinya, kurang satu persen lagi Kabupaten Sidrap akan menjadi yang terendah di Pulau Sulawesi,” bebernya.

Optimisme Rusdi Masse disambut jajarannya. Kepala Bappeda Sidrap Sudirman Bungi, mengatakan prioritas pemerintah daerah yang dikomandoi Rusdi Masse adalah terjun langsung ke rumah-rumah keluarga miskin untuk melihat apa kebutuhan dan penyebab rumah tangga tersebut miskin.

Bupati Sidrap, kata Sudirman Bungi, mengajak kerjasama sejumlah perguruan tinggi dengan melibatkan sejumlah guru besar seperti Unhas dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki.

Adapun perkembangan yang telah di capai Sidrap, selama ini diakui sudah cukup baik. Misalnya, pada 2015 perekonomian daerah tumbuh sebesar 8,02 persen dan tahun 2016 meningkat 2 persen dari sebelumnya. Ini artinya, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Untuk indeks pembangunan manusia, Sidrap sudah mencapai 68,14. Meningkat 1,47 dari tahun sebelumnya, dan menempatkan Sidrap dari posisi 8 naik ke posisi 7 di Sulsel.

“Untuk 2015, pendapatan perkapita masyarakat mencapai Rp30 juta. Jadi dengan adanya kerjasama ini kami berkeyakinan bahwa masyarakat Sidrap nantinya akan mampu mencapai tingkat pendapatan perkapita sebesar Rp50 juta sebelum akhir 2018 mendatang,” ucap Sudirman Bungi. (ady/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top