Headline

Pascalibur, 103 Pegawai Pemprov tak Masuk Kantor

BKM/CHAIRIL KOMPAK - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto didampingi Wakil Wali Kota, Syamsu Rizal MI meninjau salah satu ruangan di Balai Kota usai libur panjang, kemarin. Keduanya tetap kompak walau diterpa isu pecah kongsi.

MAKASSAR, BKM — Libur tahun baru selama tiga hari ternyata belum cukup bagi beberapa pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Sulsel. Buktinya, saat hari pertama masuk kantor, Selasa (3/1), masih cukup banyak yang tidak hadir. Jumlahnya sekitar 103 pegawai.
Dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, daro 103 pegawai yang tidak hadir, beberapa diantaranya masih ada yang cuti natal dan tahun baru serta izin sakit.
Menurut Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKD Sulsel, Nurhaji, jumlah ini sebenarnya relatif kecil dibandingkan jumlah pegawai yang mencapai 10.315 orang. “Ini hanya sekitar satu persen saja,” katanya.
Namun demikian, menurutnya, para PNS yang tidak hadir tanpa keterangan akan dijatuhi hukuman disiplin seperti penundaan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji.
Sementara itu, terkait sanksi yang akan diterima PNS yang membolos, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyerahkan semuanya pada peraturan yang sudah ada.
Namun, dia melanjutkan, tahun ini dirinya sengaja tidak melakukan inspeksi mendadak alias sidak pegawai karena dia yakin tingkat kesadaran seluruh bawahannya sudah cukup tinggi. Apalagi, mereka semua sudah diberi cuti bersama. “Saya sangat yakin pegawai pemprov sudah sadar akan tugas dan tanggung jawabnya,” jelas Syahrul, kemarin.
Kalau toh ada yang tidak hadir tanpa keterangan, sudah ada sanksi yang mengatur. Minimal ada pemotongan tunjangan pakasi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di hari pertama masuk kantor hanya meninjau beberapa ruangan di Balai Kota. Ia bahkan sempat ditemani Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI.
Setelah itu, Danny menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) bersama 153 lurah dari 15 kecamatan di Makassar. Rapat ini digelar usai apel pagi.
Menurut Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar, hari pertama berkantor pasca pelantikan yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelum pergantian tahun, harus dimulai dengan penuh semangat. Tahun baru harus diawali dengan semangat dalam menunjang peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat khususnya lurah dan camat.
Kerja yang baik, kata Danny, bukan hanya secara administrasi keuangan, administrasi kepegawaian, kedisiplinan, dan tidak ada temuan dari Inspektorat. Tetapi bekerja juga perlu kemampuan ‘sombere’ menggalang konsolidasi masyarakat sehingga akan terbentuk sebuah pemerintahan birokrasi yang meletakkan fungsi camat, lurah, serta RT dan RW.
“Selama ini RT dan RW tidak pernah dijadikan kekuatan dalam pemerintahan. Lurah penting, Camat penting, Sekcam penting dan RT/RW juga penting,” kata Danny.
Dia menyebut, tahun ini kewenangan Camat bertambah dimana taman di Makassar menjadi tanggung jawab camat. Dia meminta kepada dinas terkait untuk membantu kecamatan dengan membagikan mobil kebersihan di tiap kecamatan sebagai penunjang.
Sebelumnya, Danny tampil menjadi pembina upacara bersama seluruh pegawai jajaran Pemerintah Kota Makassar saat menggelar apel pagi di halaman Balai Kota. (rhm-arf)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top