Dipersulit, Mayat Ortu Diboyong ke Rutan – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Dipersulit, Mayat Ortu Diboyong ke Rutan

BERTEMU IBU -- Suasan haru mewarnai pihak keluarga Jufriadi yang dipersulit bertemu jasad ibunya yang meninggal karena sakit. Jufriadi hanya bisa melihat sebentar jasad ibunya di depan kantor Rutan Kelas II B Sidrap sebelum dikebumikan, Minggu (1/1).

SIDRAP, BKM — Rutan Kelas II B Sidrap dituding mempersulit warga binaan Jufriadi untuk bertemu ibu kandungnya yang meninggal dunia, Minggu (1/1).
Keluarga dan kerabat Jufriadi, mengaku kecewa berat dan menelan pil pahit karena usaha mempertemukan jasad ibunya terakhir kali yang meninggal dunia, Minggu (1/1) gagal total.
Usaha terakhir pihak keluarga membawa sepuluh orang sebagai sebagai jaminan untuk ditukarkan sementara Jufriadi di Rutan Sidrap, juga tak membuahkan hasil.
Pihak Rutan ngotot tak memberi izin Jufriadi, narapidana kasus narkoba itu untuk bertemu jenazah ibunya di rumahnya sebelum dikebumikan.
“Apa boleh buat, terpaksa kami bawa jenazah ibunya bertemu Jufriadi di Rutan Sidrap, Minggu, (1/1),” ujar Rahman, keluarga Jufriadi kemarin.
Meski tak diizinkan melayat ibunya, tapi Jufriadi masih sempat diberi kesempatan bertemu jenazah ibunya meski hanya beberapa menit di depan Rutan Sidrap.
Dengan pengawalan ketat aparat Rutan Sidrap, Jufriadi diantar membasuh jenazah ibunya yang sudah standby di atas ambulance di depan Rutan Sidrap.
“Miris melihatnya, mestinya Jufriadi diizinkan pulang melayat janazah ibunya, di rumah. Tapi sudahlah, sisi kemanusiaan tak ada artinya dibandingkan aturan,” kesal Rahman.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Rutan Sidrap, Sultan, membenarkan Jufriadi kesulitan mendapat izin untuk keluar melayat ibunya yang meninggal dunia.
Sultan menyebutkan, selain musibah ibu Jufriadi meninggal dunia terjadi saat hari libur, Kepala Rutan Sidrap, Mansyur juga kebetulan sedang berada di Makassar.
Sultan menjelaskan jika izin keluar seorang napi harus melalui prosedur yang telah ditetapkan. Dimana sebelum keluar pihak keluarga harus mengajukan surat permohonan
“Surat permohonan itu harus disertai surat keterangan kematian dari kantor lurah setempat, itu pun terlebih dahulu harus di disposisi oleh pimpinan, selanjutnya disidangkan,” kata Sultan.
Namun apa yang terjadi, kata Sultan, jangankan disidangkan, untuk mendapatkan surat keterangan kematian dari kelurahan saja, yang bersangkutan keluarga Jufriadi tidak bisa. (ady/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top