Dewan Curiga Dibekingi Orang Kuat – Berita Kota Makassar
Headline

Dewan Curiga Dibekingi Orang Kuat

MAKASSAR, BKM — Arogansi yang diperlihatkan pengelola Hotel Myko memantik reaksi kalangan DPRD Kota Makassar. Sejak awal, sejumlah legislator menduga pembangunan hotel di Jalan Boulevar ini dibekingi orang kuat yang ada di kalangan pemerintahan.
Kecurigaan DPRD cukup beralasan. Pasalnya, sudah cukup lama DPRD merekomendasikan ke Pemkot Makassar bahwa terjadi pelanggaran di pembangunan Hotel Myko. Namun, rekomendasi ini tak pernah ditindaklanjuti.
“Kami menduga ada orang kuat di balik pembangunan Hotel Myko. Soalnya sudah lama kami rekomendasikan untuk ditindak, tapi dibiarkan saja. Bahkan kami sudah beberapa kali melayangkan teguran tapi diacuhkan,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali kepada BKM, kemarin.
Makanya, begitu membaca berita bahwa Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar membongkar sejumlah bangunan yang melanggar di Mal Panakkukang dan Hotel Myko, Adi menyambut baik.
“Saya acungi jempol untuk SKPD yang berani mengambil sikap dan berani melaksanakan tugasnya. Ini juga sebagai efek jera untuk hotel-hotel lain yang melanggar,” ujar politisi Partai Demokrat ini.
Adi menegaskan, Pemkot maupun DPRD sama sekali tidak berniat menghambat para pengusaha berinvestasi di Makassar. Apalagi, pembangunan itu sangat penting untuk menunjang Makassar menuju kota dunia.
“Akan tetapi pengusaha juga harus tahu aturan. Jangan sok kebal dengan hukum. Semua izin yang dikeluarkan tetap harus sesuai dengan prosedur,” tegasnya.
Politisi yang kerap disapa ARA ini mengaku akan terus memantau bangunan yang melanggar. Jika ada, maka segera direkomendasikan ke SKPD. “Kami hanya mengawasi, yang menindak adalah eksekutif,” imbuhnya.
Semantara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang mengataka, sikap yang ditunjukkan Hotel Myko yang mengaku tidak melanggar dan memiliki izin adalah sikap arogan.
“Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kami selalu mendukung Pemkot dalam menjalankan Perda. Kami diapresiasi langkah tegas yang dilakukan oleh DTRB. Apalagi sudah jelas ramp parkir Hotel Myko melanggar,” bebernya.
Legislator PDIP ini meminta agar para pengusaha intens melakukan koordinasi kepada dinas terkait seperti DTRB dan Dishub Kota Makassar sebelum mendirikan bangunan.
“Jangan asal bangun lalu melanggar dan akhirnya dibongkar. Harusnya sebelum membangun mereka koordinasi dulu dengan dinas terkait. Kalau sudah koordinasi tapi tetap bandel, ya bongkar. Kami akan merekomendasikan ke Pemkot agar Pemkot Makassar secepatnya mengevaluasi bangunan lain yang juga terindikasi melanggar aturan,” tutupnya.

Melanggar GSB

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DTRB Kota Makassar, Sulyadi Putra Supomo Guntur, kemarin menjelaskan, pos parkir dan jalan menuju parkir (ramp) dibongkar karena bangunan tersebut berada di area Garis Sempadan Bangunan (GSB). Di area ini, kata Sulyadi, tidak boleh mendirikan bangunan dengan ukuran apapun.
“Ini malah area tersebut dimanfaatkan Hotel Myko da Mal Panakkukang untuk membangun ramp. Ramp atau jalan menuju parkir tidak masuk izin dan tidak masuk dalam gambar yang diajukan Mall Panakukang dan Hotel Myko ke DTRB,” katanya.
Ia mengatakan, garis sempadan bangunan itu digunakan untuk fasilitas umum (fasum). Makanya, lanjut Sulyadi, mau tidak mau setelah beberapa kali ditegur dan tidak diikuti, DTRB harus melakukan tindakan.
“DTRB telah menegur pembangunan di dua lokasi tersebut. Untuk Hotel Myko pembongkaran sudah kesekian kalinya. Kami sudah meminta pihak Myko agar sebelum membangun konsultasi ke DTRB terlebih dulu,” tutur Sulyadi.

Selain pembongkaran di Hotel Myko, beberapa bangunan juga telah dibongkar DTRB. Dalam sepekan lalu, DTRB juga membongkar WC karyawan yang dibangun di depan rumah toko (ruko) di Jalan Sungai Limboto. Bangunan WC itu dibongkar karena berada di atas GSB.
DTRB juga membongkar pelat pelintas dan Ranp Hotel yang terletak di Jalan H Bau. Termasuk bangunan ATM bersama di dalam area Hotel Swiss Bell di Jalan Pasar Ikan. Bangunan ATM itu juga berada di atas GSB.
Seperti diberitakan kemarin, DTRB membongkar paksa loket parkir milik Mal Panakkukang (MP) dan Hotel Myko. Pembongkaran dilakukan, Senin (2/1). Keberadaan loket parkir tersebut dinilai melanggar aturan, karena menggunakan bahu jalan.
DTRB melakukan pembongkaran berdasarkan instruksi Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Orang nomor satu di Kota Anging Mammiri itu tidak ingin pihak MP mengambil hak pengguna jalan. Apa yang dilakukan manajemen MP dan Hotel Myko disebutkan sebagai perbuatan ilegal. (ita-jun)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top