Sulselbar

Dialog Insan Pers, Wali Kota Evaluasi SKPD

DIALOG -- Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe menggelar dialog dengan insan pers di Rumah Jabatan Wali Kota akhir pekan lalu.

PAREPARE, BKM — Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menggelar dialog dengan insan pers di wilayahnya mengenai masalah pemerintahan di Rujab Wali Kota Parepare, Jumat (30/12) malam.
Sejumlah wartawan curhat kepada wali kota mengenai sejumlah SKPD banyak masalah namun tidak ada penyelesaianya.
Beberapa masalah yang muncul seperti masalah BPJS, obat di RSU Andi Makkasau, masalah sulitnya wartawan konfirmasi kepada pimpinan SKPD, masalah portal ditangani Dishub termasuk terminal, masalah kelembagaan informasi publik, dan masalah pelanggan liar dan uang rekening pelanggan yang mengendap mencapai Rp 6 miliar lebih.
Ironisnya atas masalah ini tidak ada ketegasan dari manajemen PDAM Parepare. Sebelum wali kota menanggapi masalah yang disampaikan wartawan, Taufan bernyanyi dengan judul Simponi, yang membuat para wartawan ikut bernyanyi. Taufan menanggapi positif semua masalah yang ada
Taufan menjelaskan, dialog akhir tahun bersama wartawan ditempatkan di jembatan, karena menurut filosopi bahwa jembatan inilah yang menghubungkan ketempat satu dengan lain, sama dengan wartawan yang bisa menghubungkan program pemerintah kepada masyarakat.
Mengenai adanya masalah dipertanyaka wartwan itu, menjadi perhatian serius olehnya. Taufan akan melakukan evaluasi kinerja SKPD yang bermasalah namun tidak ada penyelesaianya selama ini. “Jadi jika ada pimpinan SKPD tidak bisa berkinerja baik maka menjadi cacatan bagi saya,”tuturnya.
Taufan menjelaskan penanganan BPJS selama ini dibiayai pemerintah kepada masyarakat sekitar 24 ribu warga, dengan nilai dana disiapkan Rp 17 miliar lebih melalui pos APBD.
Itu berarti, kata Taufan begitu peduli pemerintah kepada warga untuk mengurangi beban dideritanya selama ini.
Masalah SKPD tak mau dikonfirmasi maka itu juga menjadi evaluasi, karena mestinya pimpinan SKPD yang menjelaskan bukan wali kota. Karena SKPD diberi wewenang untuk mengatur dirinya agar lebih mandiri.
“Sangat disesalkan kalau ada pejabat dilingkup saya menutup diri, mestinya mereka harus membuka diri kepada wartawan,”jelasnya.
Taufan menjelaskan, tahun 2017 adalah tahun kompetisi dimana semua SKPD harus berkompetisi untuk membuktikan kinerjanya sedangkan tahun 2018 adalah tahun politik.
Mengenai masalah PDAM, wali kota sangat dukung wartawan yang pertanyakan masalah manajemen PDAM amburadul termasuk masalah pelanggan liar.
Tahun ini, Kami fokus mengenai pelayanan air, karena jika pelayanan air dipuaskan masyarakata maka bisa menjadi sumber PAD.”Memang harus dievaluasi, tahun 2017 saya akan fokus benahi PDAM mulai dari pelayanan hingga pada manajemen,”janjinya. (smr/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top