Pertemuan Terakhir, Jabat Tangan Erat dan Berpelukan – Berita Kota Makassar
Headline

Pertemuan Terakhir, Jabat Tangan Erat dan Berpelukan

DI mata Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas, Prof Idrus Taba, almarhum Yansor Djaya Sitorus merupakan rekan sejawat yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi pada profesinya. Ia memiliki nilai akademik dan intelektual yang memang seharusnya disandang oleh seorang dosen. Dari segi keilmuan, almarhum dinilai sangat memahami bidang keilmuannya.
Menurutnya, almarhum Yansor merupakan juniornya di Fakultas Ekonomi Unhas. “Saya yang ospek almarhum waktu masih mahasiswa baru, ” ujarnya dengan suara berat kepada BKM, Rabu (28/12).
Di mata mahasiswa pun, setahu Prof Idrus, almarhum adalah sosok yang sangat baik namun disiplin, karena selalu berusaha tepat waktu masuk kelas untuk mengajar. Dia juga selalu memberi penilaian secara obyektif pada kemampuan akademik mahasiswanya.
Selain itu, lanjut Prof Idrus, almarhum sangat baik dan bertanggung jawab sangat tinggi pada tugas-tugas yang diemban.
Prof Idrus menuturkan, beberapa kali dirinya ditugaskan bersama almarhum untuk menguji di luar daerah. Suasana menyenangkan terjalin karena keduanya suka berdiskusi, khususnya menyangkut masalah spiritual.
Salah satu topik yang kerap menjadi bahan diskusi adalah persoalan keagamaan. Prof Idrus menjelaskan seputar ajaran Islam yang dianutnya. Sementara almarhum seputar ajaran Kristen yang menjadi keyakinannya.
“Sangat terasa nilai-nilai toleransi almarhum. Selalu ada bahan menarik yang bisa kami diskusikan ketika lagi berdua, ” ungkap Prof Idrus.
Dia menuturkan, terakhir bertemu dengan almarhum satu minggu lalu, tepatnya Rabu (21/12). Keduanya berpapasan di tangga fakultas. Waktu itu, almarhum baru saja selesai menguji.
“Tidak tahu kenapa, saya merasa sangat terharu bertemu almarhum. Kami berjabat tangan dengan erat dan memeluknya. Saya tanya bagaimana keadaannya. Dijawab sehat dan baru selesai menguji, ” tuturnya.
Terkait penyakit yang diderita almarhum, Prof Idrus mengatakan, setahunya almarhum sudah lama mengidap tumor di lehernya. Waktu sama-sama mengajar di Palu, almarhum sempat cerita bahwa dia berupaya terus untuk berobat, baik secara medis maupun non medis.
“Tapi yang saya tahu, almarhum kelihatannya lebih fokus pada pengobatan medis. Malah almarhum sempat dioperasi,” ungkapnya.
Namun, semakin hari sepertinya penyakit almarhum kian parah. Malah, kalau mengajar, suaranya nyaris tidak bisa terdengar jelas.
Menurut Prod Idrus, almarhum sudah mengabdi dan tercatat sebagai dosen Unhas sekitar 20 tahun lebih.
“Kalau tidak salah almarhum sudah golongan IVb dan akan naik menjadi IVc,” terangnya.
”Seluruh civitas akademika Unhas, khususnya Fakultas Ekonomi menyatakan rasa duka yang sangat mendalam atas meninggalnya almarhum. Semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” kuncinya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top