Headline

Dualisme Pengurus IKA, Rektor UNM Turun Tangan

MAKASSAR, BKM — Dualisme di tubuh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM) masih terus berlangsung. Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) yang digelar penyelamat IKA, Sabtu (17/12) lalu tidak mampu menyelesaikan permasalahan.
Kenyataan ini membuat Rektor UNM, Prof Husain Syam turun tangan. Sebagai pucuk pimpinan di kampus pencetak tenaga pendidik ini, Husain Syam membentuk tim penelaah untuk menuntaskan kisruh tersebut. Tim beranggotakan lima orang.
”Ini sebagai jalan tengah. Rektor membentuk tim yang memediasi kedua belah pihak,” kata juru bicara Rektor UNM, Hasnawi Haris dalam keterangan persnya di Ruang Rektor lantai VII Menara Phinisi, Rabu sore (28/12).
Tim yang terdiri dari lima orang, tambah Hasnawi, sudah mulai bergerak hingga terselenggaranya mubes. Tentang siapa-siapa orang yang masuk dalam tim, rektor akan mengumumkannya secara langsung setelah pembentukannya rampung.
Ada beberapa pertimbangan untuk kualifikasi mereka yang masuk dalam tim. Salah satunya mengacu pada persetujuan dua kubu IKA yang ada.
”Kita sudah melakukan pertemuan terpisah dengan semua pihak yang belum bersepakat tentang proses dan hasil Mubes VI IKA UNM. Kita mendengarkan secara jernih pandangan masing-masing pihak. Pertemuan terpisah ini untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak agar dapat mengemukakan pandangannya secara bebas tanpa merasa terganggu atas kehadiran pihak lain. Cara ini ditempuh untuk menunjukkan bahwa rektor bertindak netral,” jelasnya.
Selain itu, juga diungkap tindakan lain yang telah dilakukan. Diantaranya memediasi atau mempertemukan sebanyak tiga kali antara kubu yang belum bersepaham sekaitan dengan pelaksanaan.
Namun sayangnya, pertemuan tersebut belum memperoleh kesepakatan dalam hal mekanisme penyelesaian masalah. Pihak-pihak yang belum bersepaham tersebut bersepakat untuk tidak bersepakat.
Rektor, menurut Hasnawi, telah menerima naskah akademik dalam bentuk pernyataan sikap bersama pengurus IKA UNM semua komisariat fakultas/PPs dalam lingkungan UNM. Naskah tersebut telah ditelaah secara cermat.
Pada intinya menyarankan kepada rektor UNM yang memiliki legal standing yang lebih kuat untuk segera menyelesaikan kisruh kepengurusan. Mengambil alih dengan membentuk tim penelaah legalitas dan presidium, untuk selanjutkan menyelenggarakan Musyawarah Besar Luar Biasa IKA IKIP/UNM.
“Rektor UNM telah membentuk tim penelaah yang beranggotakan lima orang, yang dipandang memiliki kemampuan menelaah proses dan hasil Mubes VI IKA UNM,” jelasnya.
Kelima orang anggota tim penelaah tersebut telah ditugaskan untuk menelaah dan melaporkan hasilnya secara obyektif, transparan, dan akuntabel. Dalam laporan tim, ditegaskan bahwa dari aspek legalitas standing, legalitas waktu, legalitas prosedur, dan legalitas proses Mubes VI IKA UNM dinyatakan tidak sah sehingga produk yang dihasilkannya juga tidak sah. Termasuk terbentuknya Tim 17 sebagai Tim Penyelamat, juga dinyatakan tidak sah.
“Kita juga akan mengambil inisiatif untuk menemui beberapa alumni senior, mantan pejabat IKIP UP/UNM, dan alumni lainnya yang dinilai tidak terlibat langsung dalam keberpihakan kubu yang belum bersepakat tentang proses dan hasil Munas VI IKA UNM,” bebernya.
Bukan hanya itu. Agar mubes ini berjalan, rektor telah mengirim utusan yang mewakili UNM ke beberapa perguruan tinggi untuk mempelajari tata hubungan kelembagaan antara ikatan alumni dengan perguruan tinggi induknya.
“Hasil telaahnya menunjukkan bahwa semua lKA perguruan tinggi tersebut memiliki hubungan fungsional dengan perguruan tinggi induknya. Tetap menempatkan rektor perguruan tinggi sebagai pembina yang memiliki posisi untuk mengesahkan dan melantik pengurus IKA yang terbentuk sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.
Alumni UNM angkatan tahun 1989, Muhammad Yasin AR, menegaskan tidak perlu sampai melakukan. mubes ulang. Sebab kedua kubu bisa menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi dan mufakat. (ita/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top