Headline

Dua Bulan Jarang Keluar Rumah

MAKASSAR, BKM — Sore di kompleks BTN Antara Blok A, Makassar. Warga sekitar berbondong-bondong menuju sebuah rumah. Mereka penasaran apa yang telah terjadi.
Ternyata, sesosok tubuh lelaki ditemukan tergantung pada sebatang pohon mangga di halaman belakang rumahnya. Ia menggunakan seutas tali tambang nilon berwarna biru yang diikatkan di batang pohon. Panjang talinya kira-kira 2 meter. Posisi tali tambang dibentuk seperti lingkaran.
Sebelum meregang nyawa, Selasa (27/12), korban terlebih dulu naik ke atas sebuah kursi yang telah disiapkan. Kursi tersebut masih terlihat di bawah pohon.
Warga pun langsung geger. Sebab pria yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu mereka kenali. Namanya Yansor Djaya Sitorus. Usianya 51 tahun. Ia seorang dosen manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas). Titelnya doktor.
Seorang saksi bernama Ancu mengaku pertama kali menemukan jasad sang dosen. Ia bersama keluarga korban datang ke rumah tersebut, sebab Yansor seharian tak pernah kelihatan keluar.
Mereka kemudian mengetuk pintu. Namun tidak ada yang membuka. Pintu digedor baru bisa terbuka.
Hanya saja, Yansor tidak berada di dalam rumah. Pencarian kemudian dilakukan. Tidak lama berselang, Yansor ditemukan. Tapi kondisinya sudah tak bernyawa. Mengenaskannya lagi, tubuhnya tergantung pada seutas tali yang diikatkan di pohon mangga.
”Korban tak pernah keluar rumah. Jadi keluarganya cemas dan menaruh curiga. Kami kemudian mendatangi rumahnya. Waktu pintu digedor, tidak ada yang membukanya. Setelah pintu terbuka, yang dicari tidak ada di dalam rumah. Saya bersama keluarga korban ke halaman belakang rumah yang tembus dengan pintu rumah. Di situlah korban ditemukan dalam posisi tergantung,” terang Ancu, kemarin.
Dalam suasana diliputi kesedihan, Ancu dan keluarga korban langsung mengevakuasi tubuh Yansor dengan menggunakan tangga. Tali yang melilit di lehernya dibuka. Selanjutnya diturunkan di bawah pohon.
”Untuk naik ke atas pohon kita menggunakan tangga. Selanjutnya, saya bersama keluarga korban menurunkan tubuh korban,” terangnya.
Tidak lama, petugas Resmob dan Sabhara Polsek Tamalanrea datang di rumah korban. Tim dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Syahruddin didampingi Kepala SPK A, Aiptu Anwar Said. Petugas langsung mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
”Seorang saksi bernama Ancu telah dimintai keterangannya oleh petugas Polsek Tamalanrea. Juga sudah dilakukan olah TKP. Saat ditemukan, posisi korban tergantung di pohon mangga,” jelas Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polrestabes Makassar, Kompol H Burhanuddin secara terpisah, Rabu (28/12).
Selain saksi, tambah Kompol Burhanuddin, polisi juga masih berkoordinasi dengan keluarga korban. Untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban, polisi masih terus melakukan proses penyelidikan.
Humas Unhas, Dahlan Abubakar mengaku kenal dengan almarhum. ”Dia (Yansor) itu Orangnya baik. Sangat sopan,” ujar Dahlan, kemarin. Ketika dihubungi, Dahlan sedang berada di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama tim medis untuk membantu korban banjir bandang.
Ditanya kapan terakhir bertemu almarhum, Dahlan menyebut kira-kira setahun lalu. Informasi yang diperolehnya, Yansor memang sakit.
Tentang sakit yang diderita almarhum, dibenarkan tetangga korban. ”Sudah ada dua bulan saya tidak pernah lihat (korban) keluar rumah. Selama ini memang jarang keluar. Kalau pun keluar, itu ketika ia hendak berobat. Almarhum menderita penyakit komplikasi,” ujar tetangga yang tak ingin ditulis namanya.
Tetangga korban lainnya, Hengki mengaku mengetahui korban gantung diri dari seorang anak almarhum. Setelah berhasil dievakuasi dari tali gantungan, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo kira-kira pukul 17.50 Wita guna diotopsi.
”Saat kejadian korban sendirian di rumahnya. Dia jarang keluar rumah. Kalau mau berobat baru kelihatan keluar rumah,” ujar Hengki.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Syahruddin yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Informasi telah digali melalui istri dan anak tertuanya.
”Istri dan anak sulungnya mengaku mendapat informasi kematian korban saat berada di salah satu mal. Mereka langsung bergegas pulang setelah menerima informasi melalui pesan singkat SMS. Sesampainya di rumah, mereka kemudian memanggil seorang tetangga bernama Ancu untuk membantunya menggedor pintu kamar korban yang tertutup,” jelas Syahruddin, kemarin.
Kanit Reskrim tidak mengetahui secara pasti isi SMS yang diterima istri korban. Namun diduga pesan singkat tersebut berisi hal yang membuat istri dan anak korban terkejut serta cemas.
”Kalau bunyi SMSnya saya tidak tahun. Tapi kalau dianalisis, SMS itu berisi tindakan yang dilakukan korban untuk mengakhiri hidupnya. Ini masih kami selidiki. Kalau berdasarkan hasil visum dokter, korban meninggal akibat gantung diri. Terdapat bekas lilitan tali di bagian leher,” kata Syahruddin.
Polisi masih terus mendalami kasus ini. Pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan, karena masih depresi. Rencananya korban akan dimakamkan di Makassar. Jenazah masih berada di rumah duka menunggu keluarga serta kerabat.
Yansor meninggalkan seorang istri, Rita Damanik dan tiga orang anak. Masing-masing Gloria Yanita Sitorus, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unhas semester III, Mayrina Yanita Sitorus dan Febriola Yanita Sitorus. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top