Headline

Ditjen Perla Sebut Polimarim Layak Gelar UKP

MAKASSAR, BKM — Politeknik Maritim (Polimarim) AMI dinilai layak untuk menggelar beberapa uji kelayakan pelaut (UKP) secara mandiri. Tidak perlu lagi mengirim taruna taruninya untuk ujian ke kampus negeri. Sebab, fasilitas perkuliahan hingga sarana laboratorium yang dimiliki kampus sudah lengkap.
Hal itu disampaikan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Perla) Kementerian Perhubungan, Capt Rudiana ketika berkunjung ke kampus Polimarim AMI, Rabu (28/12). Didampingi Direktur Polimarim Amrin A Rani, Rudiana memantau fasilitas-fasilitas perkuliahan hingga sarana laboratorium.
Ia sempat melihat dari dekat engine room simulator, brigde room simulator, ECDIS class simulator, Automatic Radar Plotting Aid (Arpa), Radio Detection and Ranging (Radar), Mapping Room, dan laboratorium lainnya.
“Fasilitas yang dimiliki kampus Polimarim cukup lengkap. Laboratorium ini merupakan alat bantu untuk proses pembelajaran. Karena itu, keberadaan fasilitas sangat penting dan ini menjadi ukuran tingkat keberhasilan pembelajaran di kampus ini,” ujar Capt Rudiana.
Keberadaan laboratorium bridge simulator, menurut Rudiana, sangat membantu taruna taruni untuk menjadi navigator sebagaimana kondisi asli nanti di lapangan. Dengan sering melatih diri di simulator, berarti taruna juga semakin siap dengan beragam kondisi.
“Melihat fasilitas dan laboratorium yang dimiliki, kampus ini bisa secara bertahap menggelar sendiri UKP. Jadi tidak perlu ke kampus negeri semuanya,” kata pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta ini.
Rudiana yang sudah 23 tahun mengajar di sekolah pelayaran ini, mengatakan Ditjen Perla Kemenhub kini berorientasi untuk menghasilkan tenaga pelaut dengan jumlah yang sangat besar. Hal itu karena kebutuhan tenaga pelaut yang semakin tinggi, menyusul makin menurunnya peminat profesi pelaut dari negara-negara di benua Eropa dan Amerika.
“Jumlah kebutuhan pelaut dunia sangat tinggi menyusul makin minimnya peminat dari Eropa dan Amerika. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi diklat-diklat kepelautan di Indonesia untuk menjawab kebutuhan dunai tersebut,” ujarnya. (rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top