LDII Bantah Terindikasi Aliran Sesat – Berita Kota Makassar
Headline

LDII Bantah Terindikasi Aliran Sesat

IST BERKUNJUNG -- Pengurus DPW LDII Sulsel berkunjung ke redaksi BKM, Selasa (27/12) dalam rangka memperkenalkan program kerja organisasinya tahun depan

MAKASSAR, BKM — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulsel membantah klaim bahwa organisasinya terindikasi aliran sesat. Tak terkecuali kepengurusan yang ada di tingkat kabupaten/kota. Termasuk di Kabupaten Sidrap.
Hal itu disampaikan Ketua DPW LDII Provinsi Sulsel, Hidayat Nahwi Rasul didampingi sejumlah pengurusnya saat bertandang ke redaksi BKM, Selasa (27/12). Dijelaskan, aktifitas lembaganya jauh dari apa yang diindikasikan dan disebutkan Pengawasan Aliran Keperdayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Pakem) Sidrap.
Buktinya, LDII telah menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi pemerintah seperti Kementerian Sosial RI, Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Kodam VII/Wrb, Dinas Koperasi dan UKM, Kwarnas dan lainnya.
”Jadi kami ini (LDII) tidak masuk kategori aliran sesat. Kami terdaftar sebagai ormas keagamaan dengan gerakan dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial dan politik,” ujar Hidayat.
Hidayat kemudian menyebut satu program LDII yang diluncurkan baru-baru ini, yakni Gerakan Menghormati Guru. Program ini terus digalakkan sebagai bentuk perhatian lembaga terhadap pembinaan mental anak didik di sekolah.
Program Gerakan Menghormati Guru, kata dia, sejalan dengan harapan pemerintah pusat. ”Peluncurannya dilakukan langsung oleh Bapak Presiden Jokowi di sela-sela Munas LDDI VII 8-10 November 2016 yang lalu,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, empat aliran keagamaan diduga sesat dan menyimpang dari ajaran Islam kini tengah berkembang di Kabupaten Sidrap. Pakem setempat mendeteksi hal itu.
Keberadaan empat aliran tersebut terungkap saat tim Pakem menggelar rapat koordinasi di Ruang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap, Kamis (22/12). Dalam pertemuan sekaligus pembentukan kepengurusan baru itu, membahas beberapa aliran diduga menyesatkan, sekaligus meresahkan warga yang perlu penanganan khusus.
Empat aliran yang diindikasikan sesat itu yakni Syi’ah, Islam Jamaah (IJ) yang diduga saat ini bernama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Al Kalam dan Aliran Garuda. “Semua aliran ini diduga kuat adalah aliran sesat yang bersifat menyimpang dari ajaran Islam,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap, KH Fathuddin Sukkara.
Terkait informasi tersebut, Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Sulsel segera berkoordinasi dengan terkait di Kabupaten Sidrap.
Kepala Badan Kesbang Sulsel, Asmanto Baso Lewa mengaku sudah menginstruksikan stafnya dan berkoordinasi dengan intel serta kejaksaan untuk menyelidiki informasi itu.
Menurutnya, untuk menetapkan sebuah aliran itu sesat harus diuji terlebih dahulu. Apakah memang mengandung unsur menyesatkan dan berada di luar aturan dari agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia.
Dia mengemukakan, untuk tindak lanjut jika ada laporan dan kekhawatiran masyarakat terkait indikasi aliran sesat, itu berada di bawah kewenangan kejaksaan.
Ada tahapan atau proses yang akan dilakukan sebelum sampai pada kesimpulan aliran sesat. Mulai investigasi dan hingga melibatkan para pemuka agama yang berkompeten.
Jika memang terbukti aliran sesat, maka akan diambil langkah pembubaran. Selain itu, jamaah yang sudah masuk dalam aliran tersebut akan diberi pendampingan dan pengertian untuk kembali ke khittah ajaran agama yang sebenarnya.
Forum Komunitas Intelijen Daerah (Forkominda) Sidrap juga mulai mencari tahu bukti-bukti aktifitas empat aliran yang diduga menyimpang. “Kita harus buktikan aktifitas kelompok mereka. Apa benar-benar menyimpang dan ajarannya sudah menyesatkan masyarakat yang ikut dalam kelompoknya,” kata Kepala Kesbangpol Sidrap, Makmur Tahayyang.
Sejauh ini, dari empat aliran kepercayaan itu, baru satu organisasi yang resmi terdaftar. Yakni Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
“Sebelum kita keluarkan rekomendasi, kelompok LDII yang ada di Bendoro, Kecamatan Watang Sidenreng itu masih batas wajar-wajar. Belum kami temukan ada yang menyimpang,” kata Makmur usai memimpin pertemuan Kominda, pekan lalu.
Meski demikian, jika memang benar terbukti kepercayaan aliran yang semula bernama Islam Jamaah itu menyimpang, maka pihaknya siap mencabut izin dan membubarkan organisasi yang berpusat di Bendoro itu.
“Kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap meyakini itu dan punya bukti-bukti, silakan laporkan secara resmi. Kami siap tindaklanjuti,” tegasnya. (rhm-ady/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top