Gojentakmapan

DAK Gowa Hanya Rp220 M

GOWA, BKM — Meski sempat menjalani proses pembahasan cukup alot, namun pembahasan Ranpeda tentang APBD Tahun Anggaran 2017 serta Ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Gowa Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pembentukan Dana Cadangan tetap final juga. Ini diakhiri dengan pengesahan yang berlangsung pada Jumat (23/12).
Persetujuan dalam pendapat akhir tujuh fraksi yang ada ini disampaikan perwakilan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gowa, Muh Kasim Sila dari Fraksi Partai Golkar. Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengungkapkan, tahun anggaran 2017 postur APBD Gowa mengalami penurunan. Postur APBD tahun 2017 mengalami penurunan cukup signifikan.
Namun hal ini tidak menurunkan semangat dalam melayani masyarakat dan membangun Kabupaten Gowa. Ini bahkan menjadi momentum untuk lebih semangat dalam menggali potensi PAD dengan cara intensifikasi maupun ekstensifikasi petensi PAD serta melaksanakan program dengan pendekatan skala prioritas sesuai RPJMD yang telah ditetapkan bersama.
Ranperda tentang APBD Gowa tahun anggaran 2017 ini menetapkan pendapatan sebesar Rp1.528.331.162.197 dan belanja sebesar Rp1.539.541.860.443,37, penerimaan pembiayaan daerah yang diambil dari Silpa tahun 2016 sebesar Rp49.210.698.246 dan pengeluaran pembiayaan daerah senilai Rp110.057.987.976.
Dari kondisi ini diakui bupati telah terjadi penurunan cukup signifikan. Terutama dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp220 miliar. Ini diakibatkan kondisi perekonomian nasional yang sedang lesu. Dari kondisi inilah yang membuat Pemkab Gowa mengambil langkah untuk menggunakan pos dana cadangan untuk membiayai pembangunan infrastruktur strategis sesuai yang diamantkan RPJMD.
Sayangnya saat rapat paripurna berlangsung, sebanyak sembilan anggota DPRD Gowa tidak hadir dalam penetapan dua Ranperda jadi Perda tersebut. Sembilan wakil rakyat tidak hadir, yakni Asriadi Arasy, Capt Hariadi, Ahmad Tombong, Robby Harun, Nasruddin Sitakka, Abd Haris Krg Sila, H Faizal Ahmad, Akbar Danu YL, dan Hamli Hamli. Ketidakhadiran para legislator ini diduga masih sekaitan dengan penolakan pembahasan RPABD 2017 serta dana cadangan saat berlsngsung rapat paripurna pemandangan umum tujuh fraksi. Pada paripurna tersebut, fraksi Gerindra menyatakan diri abstain. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top