Sulselbar

Karaeng Polombangkeng Mendukung Bur-Nojeng

TAKALAR, BKM–Putra Pahlawan Nasional, H Padjonga Daeng Ngalle, Andi Muhammad Rizal Padjonga Karaeng Tompo siap memberikan dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Dr Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) jelang Pemilihan bupati (Pilbup) Takalar 15 Februari 2017 nanti.
Dukungan tersebut dibuktikan ketika Rizal Padjonga yang juga karaeng Polombangkeng ini mengundang calon bupati Burhanuddin Baharuddin kekediamannya di Kelurahan Palleko, Kecamatan Polombangkeng Utara, Minggu (25/12). Undangan tersebut sebagai bentuk penegasan bahwa eksistensi Raja Polombangkeng dalam Pilbup Takalar ada dalam kubu pasangan nomor urut 1, Bur-Nojeng. “Agenda mengundang H Bur kekeluarga kami sudah lama direncanakan, namun baru kali ini H Bur berkesempatan karena kesibukan, meski diberbagai kampanye saya kerap mendampingi beliau, namun baru hari ini, saya menegaskan bahwa atas nama Karaeng Polombangkeng mendukung sepenuhnya H Bur untuk memimpin Takalar periode kedua,”ujar Karaeng Tompo, Senin (26/12).
Selain menegaskan dukungan politiknya ke pasangan Bur-Nojeng, Karaeng Polombangkeng juga menghimbau dan meminta masyarakat Polut dan sekitarnya untuk bersama-sama berjuang memenangkan pasangan Bur-Nojeng 15 Desember 2017 mendatang.
H Burhanuddin Baharuddin didampingi legislator PKPI, H Muhammad Idris Leo dan Ketua tim pemenangan Satgas 88, Andi Armal menyatakan terima kasihnya pada Raja Polombangkeng yang masih menaruh kepercayaan memimpin Takalar pada periode mendatang. “Kami mengucapkan terima kasih setinggi tingginya atas dukungan dan kepercayaan Keluarga besar Karaeng Polombangkeng melanjutkan pembangunan di Takalar. Dukungan ini membuat kami semakin bersemangat untuk menjadikan Takalar dua kali lebih baik dan dua kali semakin makmur,”ujar bupati non aktif ini. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) kembali hadir dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Takalar, Syamsari Kitta – H Ahmad Se’ re (SK-HD) di Desa Bontolebang, Kecamatan Galesong.
Ribuan massa yang pada umumnya pemilih pemula dan mahasiswa antusias mendengar orasi politik RMS dan tim pemenangan lainnya. “Kehadiran pemilih pemula, mahasiswa dan tokoh masyarakat Galesong merupakan bukti keberagaman dukungan yang masuk kekubu Syamsari Kitta dan H De’ de. Kami berharap dukungan yang beraneka ragam ini tetap solid hingga hari pencoblosan, sehingga peluang kemenangan dapat diraih,”ujar RMS, Minggu (25/12).
Hadir dalam kampanye pasangan yang berslogan, ‘Berua Baji’ juga dihadiri ketua tim pemenangan SK-HD, Hj Tenri Olle YL, Wakil Ketua DPRD Takalar Hairil Anwar dan sejumlah elit dari tiga partai pengusung masing masing, PKS, Nasdem dan PKB.
Selanjutnya RMS kembali berkampanye di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Senin (26/12). Dalam orasi politiknya RMS meminta agar masyarakat tidak memih pemimpin yang menjual tanah Negara. Akibatnya, kubu Bur-Nojeng bereaksi dan melaporkan RMS ke Panwaslu. “Kami tidak terima pernyataan Ketua DPW Nasdem Sulsel yang mana dalam petikan orasi politiknya mengatakan jangan memilih pemimpin yang menjual tanah Negara, ini adalah pelanggaran besar dalam pemilu, dan pernyataan ini telah melanggar 3 regulasi yaitu pasal 69 huruf C UU no 1 tahun 2015 yang telah dirubah ke UU no 8 tahun 2015 tentang pemilu, pasal 66 PKPU huruf C, pasal 187 UU 10 tahun 2015 dengan ancaman Pidana 18 bulan,”jelas Tim advokasi Bur-Nojeng Syaiful usai melaporkan RMS ke Panwaslu Takalar, Senin kemarin.
Tim advokasi Bur-Nojeng datang bersama saksi dan diterima ketua Panwaslu Ibrahim Salim. Syaiful mendesak Panwaslu untuk segera menindak lanjuti laporannya, agar kedepannya tidak ada lagi pihak yang berani melakukan black campaign. “Kami harap Panwaslu berani bertindak, apalagi upaya menjatuhkan seseorang, ini tidak pantas dilakukan seorang bupati sekaligus pemimpin partai besar, tidak etis mengatakan hal seperti itu karena sudah tahu regulasinya,”tegas Syaiful.
Ketua Panwaslu Takalar Ibrahim Salim menyatakan akan mengkaji terlebih dahulu laporan tersebut sebelum melakukan pemanggilan. “Kami telah menerima laporan, namun kami akan kaji laporan itu terlebih dahulu. Setelah itu akan dilakukan pemanggilan pada yang terlapor,”jelas Ibrahim(tom-rif/rif/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top