Gojentakmapan

Karaeng Gassing: Media Harus Jadi Perekat

JENEPONTO, BKM — Memanasnya suhu politik di Kabupaten Jeneponto dalam beberapa hari belakangan ini, tidak terlepas pemberitaan media. Untuk itu, sejumlah pihak di Kabupaten Jeneponto berharap agar media dalam memberitakan sesuatu tidak terlalu berlebih-lebihan. Apalagi yang bisa mendorong pada terjadinya perpecahan di kalangan masyarakat Jeneponto.
”Saya berharap teman-teman media jangan buat panas suhu politik di Jeneponto. Tapi harus menjadi alat perekat. Politik santun harus dibangun. Kekeluargaan harus diutamakan dari pada politik,” tegas Ketua DPRD Jeneponto, Kasmin Karaeng Gassing, ketika dihubungi BKM, kemarin.
Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu. Saat dihubungi BKM via telepon selulernya pada Sabtu malam (25/12) sekitar pukul 21.45 wita, mengemukakan, dirinya sangat kecewa dengan pemberitaan di media yang menyudutkan dan melebihkan. ”Seperti saya ditodong pistol. Saya buka baju dan lainnya. Yang benar, pada hari Sabtu, 24 Desember 2016 sekitar pukul 14.00 wita, saya baru keluar dari acara Maulid di Masjid Besar Bangkala. Teman-teman pendukung saya duduk-duduk minum sarabba di rumah warga depan masjid. Tiba tiba datang rombongan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar ke rumah Kepala BKDD Jeneponto, Syamsi Lili bersama rombongannya. Entah kenapa ada ribut-ribut. Karena jarak antara pendukung saya dan pendukung bupati berdekatan, maka saya berinisiatif perintahkan rombongan bupati Jeneponto untuk masuk ke rumah Samsi Lili untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk anggota Satpol PP Jeneponto, Nya’gang. Maka mereka masuk ke rumah Samsi Lili,” aku Mulyadi.
Mantan Ketua DPRD Jeneponto ini juga mengungkapkan, dirinya juga menegur salah seorang anggota Polres Jeneponto, Aipda Arend Karmawan Alle untuk tidak mengeluarkan pistolnya. ”Siapa yang mau kau tembak. Kalau kau menembak, jangan orang lain tembak. Saya saja. Karena saya tidak mau ada orang lain jadi korban. Lebih baik saja saya jadi korban karena memang sifat saya begitu,” jelas Mulyadi .
Alle panggilan akrab Aren Karmawan, kata mantan Kades Punagayya ini, juga mengindahkan anjurannya untuk masuk ke rumah Samsi Lili. Tidak lama berselang, rombongan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar meninggalkan tempat tanpa ada insiden. ”Ini hanya kesalahpahaman. Yang saya sangat sesalkan, kenapa Samsi Lili selaku tuan rumah tidak mempersilakan saya juga masuk. Padahal, saya masih wakil bupati kodong. Insya Allah hari Selasa, 27 Desember 2016, saya akan masuk kantor. Karena saya tidak mau meninggalkan kantor kalau tidak ada tugas penting di luar,” kata Ketua DPC Partai Hanura Jeneponto ini. (krk/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top