Berita Kota Makassar | Gratis PBB dan Biaya Transpor Raskin
Headline

Gratis PBB dan Biaya Transpor Raskin

BKM/CHAIRIL CINDERATAMA-Disaksikan Komisaris Utama Harian Berita Kota Makassar, Zulkifli Gani Ottoh, Direktur Utama Harian Berita Kota Makassar, Mustawa Nur menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

TAHUN 2016 tinggal membilang hari akan kita tinggalkan. Pencapaian yang telah diraih menjadi sebuah prestasi dalam catatan sejarah. 2017 menjadi bagian dari mewujudkan mimpi yang belum terealisasi.

Laporan: Samiruddin

SEBAGAI orang nomor satu di Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe,SH.MH punya banyak program yang akan dilaksanakan tahun depan. Semuanya fokus pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.
Diakui Taufan, kota yang dipimpinnya tidaklah memiliki kawasan kumuh. Yang ada hanyalah titik-titik kumuh. Sehingga untuk mengatasi persoalan ini tidaklah terlalu rumit.
Wali kota dengan latar belakang pengacara ini telah memproklamirkan jika Parepare merupakan Kota BJ Habibie, presiden RI ketiga. Aneka bangunan terkait dengan BJ Habibie kini menghiasi kota.
Di tahun 2017, Taufan menaruh perhatian besar terhadap warga miskin dan tidak mampu. Program yang menyasar mereka tahun mendatang, yakni gratis Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Penerima beras miskin (raskin) tidak perlu lagi repot-repot menjemput jatahnya di kantor kelurahan.
”Jatah raskin akan diantar langsung ke rumah-rumah penerimanya. Tidak ada dipungut biaya sesenpun. Semua gratis,” kata Taufan Pawe saat berbicara pada pembukaan rapat kerja akhir tahun PT Media Fajar Koran dan Harian Berita Kota Makassar di rumah jabatan wali kota, Sabtu (24/12).
Raskin tersebut nantinya akan diantar oleh petugas kantor kelurahan. Selama ini, penerima raskin mesti mengeluarkan biaya tambahan saat menjemput jatahnya. Uang tersebut dipakai untuk ongkos ojek ke kantor kelurahan dan kembali ke rumah.
”Saya pernah temukan di kantor kelurahan, masih banyak karung berisi raskin yang bertumpuk. Saya tanya kenapa seperti ini? Katanya warga penerima raskin belum menjemputnya. Karena butuh biaya ojek. Itu yang melatarbelakangi kebijakan ini kita tempuh,” jelas Taufan lagi.
Selain itu, ada pula program TV kabel gratis bagi warga tidak mampu. Program ini akan direalisasikan di 2017 setelah sempat tertunda selama dua tahun. Penyebabnya, karena belum mendapat persetujuan dari BPK (Badan Pemeriksan Keuangan) RI.
”Sebenarnya TV kabel gratis ini sudah lama ingin kita wujudkan. Yaitu tahun 2014. Dianggarkan sebesar Rp2,4 miliar dan telah disahkan DPRD. Namun tidak direalisasikan. Begitu pula tahun 2015, dianggarkan lagi Rp2,6 miliar. Tapi tidak bisa terwujud, karena BPK melarang untuk menganggarkan TV kabel,” jelasnya.
Setelah perjuangan panjang Infokom untuk menjelasakan secara fakta dan nyata, dimana masyarakat butuh hak informasi dari pemerintah, maka akhirnya BPK merealisasikannya. Rencananya akan diwujudkan tahun depan.
Taufan juga menjelaskan tentang smart city. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat terkait layanan di bidang kesehatan.
Nantinya, masyarakat tidak perlu lagi repot-repot menunggu antren saat ke rumah sakit atau puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. Termasuk untuk pembayaran rekening air dan pendidikan.
“Secepatnya pemerintah kota akan menerapkan program ini. Apalagi semangat Pak Habibie yang menginginkan agar kota ini tidak ketinggalan dengan kota-kota lainnya dalam menerapkan smart city,” kata Taufan
Selain tiga program yang diluncurkan tahun 2017, juga ada beberapa proyek prestisius yang akan dilaksanakan. Seperti pembangunan obyek wisata Mattirotasi yang merupakan terpanjang di Indonesia, Anjungan Cempae, dan rumah makan terapung.
”Dengan kehadiran teman-teman dari Fajar dan Harian Berita Kota di Parepare, membuktikan bahwa kota ini bukanlah lagi sekadar transit. Tapi sudah menjadi tujuan,” terang Wali Kota Parepare ke-17 ini. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top