Metro

2017, Pansus Fokus Kejar Fasum Pengembang Besar

MAKASSAR, BKM– Panitia Khusus Pencarian Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum-Fasos) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar, masih tetap fokus mengejar aset milik Pemerintah Kota Makassar yang dikuasai pihak lain tahun 2017 mendatang.
Ketua Pansus Fasum-Fasos, Abdul Wahab Tahir saat dihubungi BKM mengungkapkan, agenda dewan selama tiga bulan pertama, tahun 2017 belum padat. Olehnya itu, waktu tiga bulan itu, pansus akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk berkonsetrasi mengejar fasum-fasos milik pengembang yang belum diserahkan ke pemerintah Kota Makassar.
” Tahun depan di bulan Januari, Februari dan Maret, kita akan fokus mencari dan menagih fasum dan fasos milik para pengembang kecil maupun besar,” ungkapnya, Senin (26/12).
Legislator Fraksi Golkar ini juga menyebutkan, sebanyak 360 lebih pengembang yang belum menyerahkan fasum dan fasos yang mereka janjikan kepada pemerintah kota. Sehingga diusulkan nanti awal bulan sudah ada minimal 10 pengembang yang dipanggil oleh pansus.
“Kami akan panggil mereka (pengembang) untuk mendesak diserahkannya fasum-fasos tersebut. Pansus mengupayakan waktu tiga bulan bisa mengakomodir semua pengembang di Makassar untuk memberikan penjelasannya saat dipanggil nanti,” katanya.
Target utama pansus adalah akan memanggil pengembang-pengembang besar Seperti PT.Perumnas, GMTD, IMB Group, Timur Rama, Bukit Garuda, Asindo, Mutiara Properti dan beberapa pengembang lainnya.
Abdul Wahab Tahir menambahkan, banyak pengembang yang mengubah gambar perencanaan bangunan di kawasan yang mereka tempati membangun, diluar dari kesepakatan dan persetujuan pemerintah Kota Makassar dan hal tersebut termasuk yang akan pansus selidiki.
Ia menguraikan banyak fasum-fasos milik pengembang yang kembali dikomersil karena belum dikelola pemkot, seperti taman yang pengambang janjikan, kambali dibangun rumah. “Kedepan kita minta kepada pemerintah agar tidak mengizinkan pengembang membangun sebelum fasum-fasos tersebut diserahkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Makassar, Busranuddin Baso Tika menyatakan selain persoalan fasum fasos yang belum pengembang serahkan, tugas pansus pada tahun 2017 mendatang akan fokus pada penyelidikan aset pemkot yang berpindah tangan ke pihak swasta atau orang per orang.
“Kita lihat sekarang semakin banyak aset pemkot seperti Fasum Fasos yang diserobot, ini pekerjaan rumah pansus tahun 2017 mendatang untuk menyelidiki siapa orang dibalik hilangnya sejumlah aset milik pemerintah,” tegasnya. (ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top