Headline

20 Pemuda Mabuk Tikam dan Parangi Anggota TNI

BKM/IRWAN MUSA DISERANG -- Praka Ilham Jaya, anggota Batalyon 433 Kostrad dirawat di RSUD Sawerigading Palopo setelah diserang kelompok pemuda mabuk di Walenrang, Kabupaten Luwu.

LUWU, BKM — Dusun Maris, Desa Seba-seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Minggu (25/12) kira-kira pukul 23.30 Wita. Sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah 20-an orang tengah berkumpul.
Mereka baru saja usai menenggak minuman keras (miras). Di bawah pengaruh alkohol, para pemuda itu berbuat onar. Lokasinya tepat di depan rumah Praka Irham Jaya.
Kejadian dipicu oleh seseorang diantara pemuda itu bernama Alpan Pausi. Dalam keadaan mabuk, Alpan melontarkan kata-kata kasar kepada Ono, adik ipar Praka Irham. Saat itu Ono sementara duduk-duduk di depan rumahnya bersama 10 orang rekannya.
Tak terima dimaki oleh Alpan, Ono dan seorang rekannya, Wilson langsung berdiri. Keduanya langsung mendekati Alpan. Mereka bermaksud menyuruh Alpan pulang ke rumahnya.
Namun, maksud Ono dan Wilson tak bersambut baik. Alpan malah memukul Ono di bagian punggung.
Ono sadar bahwa Alpan tengah mabuk. Iapun tak menghiraukan perbuatan Alpan.
Tidak lama berselang, Praka Ilham datang. Ia mengajak Wilson untuk mengantar Alpan pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah Alpan, Praka Ilham dan Wilson pamit.
Beberapa saat kemudian, muncul kakak kandung Alpan bernama Fian. Ia bersama seorang temannya, Soka. Fian menanyakan siapa yang memukuli adiknya.
Wilson mencoba menjelaskan kepada keduanya. Tapi Soka langsung memegang kedua tangan Wilson. Selanjutnya, Fian melayangkan pukulan ke Wilson hingga terjadi keributan.
Melihat keributan kembali terjadi, Praka Ilham datang. Dia meminta kedua belah pihak untuk menahan diri.
Namun, apes bagi Praka Ilham. Pejabat Tajurlis Juryar Satuan Yonif L 433 Kostrad Samboeja, Bantimurung, Kabupaten Maros itu malah diserang. Pelakunya kira-kira 20-an orang pemuda yang sebelumnya sempat menenggak miras bersama Alpan.
Penganiayaan dilakukan menggunakan senjata tajam berupa parang, badik dan balok. Akibatnya, korban mengalami beberapa luka di tubuhnya. Diantaranya bengkak dan lecet di bagian dahi. Luka terbuka di pelipis kanan, belakang telinga kanan dan kepala bagian kanan.
Sesaat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sawerigading, Kota Palopo. Sementara empat orang yang terlibat dalam pengeroyokan ini, berhasil diringkus polisi, Senin dinihari (26/12), beberapa jam setelah kejadian. Mereka adalah Alpan Pausi, Abd Waris, Sony Kristian dan Eko Patrio. Mereka disebutkan masih berstatus sebagai pelajar.
Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan melalui Kapolsek Walenrang, AKP Amos Bija mengkonfirmasi jika keempat pelaku sudah diamankan. Belasan rekan mereka yang lainnya kini dalam pengejaran.
”Identitas pelaku lainnya sudah dikantongi. Tidak lama lagi akan ditangkat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar AKP Amos Bija, kemarin
Komandan Kodim 1403/Swg, Letkol Kav Cecep Sutendi, meminta anggota TNI untuk tidak terpancing atas kejadian ini. ”Serahkan penanganan kasus ini pada proses hukum. Kita sudah lakukan koordinasi dengan Polres Luwu,” tandas Cecep.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa terbut. ”Kasusnya sudah ditangani Polres Luwu. Empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan sudah diamankan polisi,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Alpan Pausi, dia mengaku dicekik dari belakang oleh korban. Juga dipukuli di bagian rusuk kirinya.
Menurut Dicky, Kapolres Luwu telah turun ke lokasi kejadian. Selanjutnya berkoordinasi dengan Dandim 1403/Swr guna mencegah agar insiden ini tidak meluas. (wan-ish/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top