Headline

Siswa yang Pukul Guru Harus Dihukum Berat

BANTAENG, BKM — Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa SMA Negeri 1 Pa’jukukang, Bantaeng terhadap gurunya, mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Baik yang dinyatakan secara langsung, maupun disampaikan melalui sosial media.
Ratusan pengguna sosmed mengecam perilaku oknum siswa tersebut. Dia dinilai biadab. Tidak bermoral. Pihak sekolah diminta agar menjatuhkan sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolahnya.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantaeng, Safaruddin, mengutuk keras tindakan yang dilakukan Rh bin Rm (17), siswa kelas XI di sekolah tersebut. “Meski dia masih di bawah umur, tapi kelakuannya seperti orang dewasa. Dia harus dijatuhi hukuman berat,” tegasnya, kemarin.
Safaruddin juga meminta kepada aparat kepolisian agar mengamankan orang tua dan paman pelaku. “Dari informasi yang kami terima, pelaku datang bersama orang tua dan pamannya saat menyerang gurunya,” bebernya.
Hal senada disampaikan Rajuddin, kerabat korban, bahwa Rizal bin Saali, guru yang jadi bulan-bulanan siswanya, diserang oleh Rh yang datang bersama orang tua dan pamannya. “Seharusnya orang tua dan paman pelaku ditahan juga,” cetusnya.
Seperti diberitakan koran ini, siswa SMAN 1 Pa’jukukang menyerang gurunya yang bernama Rajuddin bin Samad. Seharusnya nama guru tersebut Rizal bin Saali. Rajuddin adalah pihak pelapor atas nama korban Rizal.
Rekan mengajar Rizal, Muhammad Yusuf mengatakan, akibat serangan dobel stick yang digunakan pelaku, korban mengalami trauma di bagian kepala. “Sewaktu saya mengantar ke klinik, dia muntah-muntah. Bahkan tadi (kemarin) diantar lagi ke rumah sakit karena masih muntah-muntah,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Pa’jukukang, H Abd Haris, ketika dimintai tanggapannya terkait kasus ini, berjanji akan membahasnya dalam rapat dewan guru dan komite sekolah, Sabtu (24/12). “Masalah ini akan kami bahas dalam rapat Sabtu besok,” ujarnya.
Selaku kepsek, Haris mengaku tidak bisa bertindak sendiri. “Saya belum bisa mengeluarkan pernyataan sikap, karena harus melibatkan semua unsur di sekolah ini dalam pengambilan keputusan,” imbuhnya.
Menurut sejumlah guru yang mendampingi Haris, Rh memang dikenal nakal sejak duduk di bangku kelas X. “Anak itu memang nakal sejak dari kelas I,” ujar guru diamini kepsek.
Yusuf mengungkapkan, pada saat Rh menyerang gurunya, dia dalam kondisi mabuk. “Menurut sejumlah saksi, Rh sedang mabuk sewaktu menyerang gurunya,” ungkapnya.
Kapolsek Pa’jukukang, Iptu Saharuddin yang dikonfirmasi terkait desakan ketua PGRI dan Rajuddin agar mengamankan orang tua dan pamam pelaku, mengatakan pihaknya belum melakukan penahanan terhadap mereka sebelum ada bukti kuat.
Mengenai Rh yang melarikan diri usai menganiaya gurunya, kata Iptu Saharuddin, dia menyerahkan diri setelah dilakukan pendekatan kekeluargaan. “Pelaku sudah menyerahkan diri dan diamankan di mapolsek,” jelasnya.
Adapun pasal yang akan menjerat pelaku, Iptu Saharuddin belum bisa memastikan. Kata dia, penerapan pasal kepada Rh harus didasari sejumlah bukti. Diantaranya, hasil visum dokter dan kondisi fisik korban.
Untuk sementara, lanjut Kapolsek, kasus ini sedang didalami dan akan dikembangkan. “Kami sedang mendalami kasus ini untuk dikembangkan,” pungkasnya. (wam/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top