Headline

Ketua IGI Pangkep Lolos dari Maut

PANGKEP, BKM — Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pangkep, Muntasir Haq lolos dari maut. Ia ditemukan selamat, setelah Kapal Motor Hikma yang ditumpanginya nyaris tenggelam dan sempat dinyatakan hilang.
Dalam kapal yang berangkat dari Pelabuhan Paotere, Makassar menuju Pulau Balang Lompo, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) itu, ikut pula salah seorang anggota IGI Pangkep, Muh Ali.
Kapal berangkat dari Paotere pukul 14.00 Wita, Rabu (21/12). Rencananya, kapal tersebut tiba di tujuan pukul 16.00 Wita.
Informasi yang diperoleh dari bendahara IGI Pangkep, Mukkarama Ismail, Muntazir Hak mengajar di Pulau Balang Lompo. Ibunya juga bermukim di pulau itu. Kondisi sang ibu sedang sakit. Sementara Muh Ali bertugas di Pulau Sanane. Di atas kapal, Muntasir disebutkan membawa serta material untuk bangunan masjid.
Kira-kira pukul 14.38 Wita, Mukkarama Ismail mendapat informasi kapal yang ditumpangi kedua rekannya itu bermasalah. Lokasinya di sebelah selatan Pulau Balang Caddi.
”Muh Ali sempat menelpon untuk dikirimkan kapal, karena kapal yang ditumpanginya mau tenggelam. Setelah itu, 15 kemudian HPnya sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Mukarrama melalui telepon selular, kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPD) dan SAR Makassar langsung datang ke lokasi untuk melakukan pencarian. Setelah sempat terombang-ambing di tengah laut, kapal nahas tersebut berhasil ditemukan.
”Alhamdulillah, kapalnya sudah ditemukan di sekitar perairan Puri Maros. Semua penumpangnya selamat. Ketua IGI Pangkep kondisinya masih kelelahan. Sudah dievakuasi ke Pulau Balang Lompo,” tulis Uka, sapaan akrab Mukarrama melalui Whatsapp (WA).
Dihubungi terpisah, Muh Natsir selaku Lurah Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabbiring Selatan, Kabupaten Pangkep, membenarkan kalau semua penumpang KM Hikma ditemukan selamat. ”Alhamdulillah, kondisinya selamat,” ujarnya.
Kepala Pos Polisi (Kapospol) Liukang Tupabbiring Utara, Ipda Rusdi menyebutkan, semua penumpang kapal merupakan warga Pulau Balang Lomba. Kapal yang ditumpangi juga berasal dari pulau itu. Mereka ditemukan dua mil dari pulau.
Sebenarnya, pada pagi hari kemarin pukul 08.00 Wita, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan. Nelayan diminta untuk tidak melakukan aktivitas melaut.
Surat edaran BMKG yang berlaku dua hari ini berisi peringatan tentang bahaya tinggi gelombang. Diantaranya di perairan barat Sulawesi Selatan. Mencakup Pangkep, Barru, dan sekitar dengan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter.
Di selat Makassar bagian selatan, tinggi gelombang disebutkan mencapai 2,5-4,0 meter. Di bagian perairan Kepulauan Sabalana, Kepulauan Selayar dan laut Flores, tinggi gelombang mencapai 4,0-6,0 meter.
”Peringatan ini telah disampaikan kepada user kami yang berada di pelabuhan. Kami juga sudah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktifitas melaut selama dua hari, 21-22 Desember 2016 karena prakiraan gelombang masih tinggi,” ujar petugas BKMG, Siswanto, kemarin. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top