Hasil Pilkades Panciro dan Bontoala Diprotes – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Hasil Pilkades Panciro dan Bontoala Diprotes

GOWA, BKM — Ratusan massa dari Desa Panciro, Kecamatan Bajeng melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Gowa, Rabu siang (21/12) sekitar pukul 14.00 Wita. Warga yang kecewa atas hasil Pilkades itu, menuntut Pilkades Panciro agar diulang karena dianggap ada oknum panitia penyelenggara melakukan kecurangan saat proses Pilkades berlangsung.
Massa yang didampingi Koalisi Aktivis Mahasiswa dan Masyarakat Gowa (Kamma) bersitegang dengan aparat dan terjadi aksi saling dorong saat massa ingin membakar ban di tengah poros Jl Masjid Raya, Sungguminasa, tepat depan kantor DPRD Gowa.
Sappara Daeng Naba, Burhanuddin Mantasya, dan Muliati Daeng Sambara masing-masing tiga Cakades Panciro yang kalah menandatangani pernyataan penolakan tersebut di atas kertas bermaterai karena dianggap ada indikasi kecurangan dalam proses pencoblosan.
Indikasi kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggaraan disebutkan pihak pendemo, ada 19 poin. Di antaranya mengkampanyekan salah satu calon, adanya pemilih di bawah umur yang melakukan pencoblosan, panitia penyelenggara bersama BPD diduga membuang surat panggilan pencoblosan yang dipastikan pendukung nomor urut 1, 2, dan 4 saja.
”Tak hanya menuntut agar pemilihan diulang, kami juga berharap agar pihak P4KD atau pihak penyelenggaraan di desa untuk mengulang pemilihan,” kata Sappara Daeng Naba.
Anggota DPRD Gowa yang juga Ketua Komisi I, HM Yusuf Harun saat menerima para pendemo, menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait. ”Kita akan memanggil dulu pihak yang berkaitan untuk mengkaji tuntutan atau aspirasi massa yang dibawakan melalui aksi ini,” katanya.
Pilkades yang serentak yang dilaksanakan pada Kamis 15 Desember lalu di Desa Panciro, dimenangkan calon nomor urut 3, Anwar Daeng Malolo.
Hasil Pilkades Bontoala, Kecamatan Pallangga, juga disoal masyarakat setempat. Sebagian masyarakat menolak hasil Pilkades yang dimenangkan Cakades nomor urut 5, yakni Yusuf Muin dengan mendepak empat calon lainnya.
Terkait penolakan itu, Aliansi Masyarakat Bontoala (AMAN) Gowa, melakukan protes keras dengan melayangkan surat ke Panitia Pelaksana Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa (P4KD) dengan tudingan sarat kecurangan dan keberpihakan P4KD.
Dalam suratnya yang ditandatangani masing-masing calon, yakni Rahmasyah Ramli (1), Hasbullah Hanafi Dg Laja (2), Hj Suhaena Dg Kunjung (3) dan Harun Rasyid Dg Ngewa (4) menyebutkan, mereka menolak seluruh rangkaian hasil tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pilkades Bontoala. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top