Bisnis

Dibutuhkan Inovasi untuk Bertahan

BKM/RAHMA AMRI DISKUSI OUTLOOK EKONOMI 2017 -- Dian, Vice President Garuda Indonesia (kanan) mempresentasikan kondisi ekonomi ditahun 2017 dalam Diskusi Outlook Ekonomi 2017 yang digelar Harian Fajar di auditorium KH Muh Ramli FTI UMI Makassar, kemarin. Pembicara lainnya Rahmat Idris Manggabarani, Dirut IMG Group, Hariyadi Kaimuddin, CEO Kalla Toyota, dan Andi Hudli Huduri, Regional Manager PT Bank Panin KTI.

MAKASSAR, BKM — Prospek ekonomi tahun 2017 mendatang diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun 2016. Situasi dunia seperti saat ini, kondisi ekonomi akan lebih sulit ditebak. Namun diprediksi jika pertumbuhan ekonomi berjalan lambat. Butuh strategi bisnis yang mumpuni agar bisa melewati tahun depan dengan baik.
Topik seksi terkait kondisi ekonomi tahun depan dan kiat berbisnis yang tepat dibahas dalam sebuah diskusi bertajuk Diskusi Outlook Ekonomi 2017 Menatap Prospek Pasar Mengatur Langkah Bisnis. Diskusi tersebut digelar di Auditorium KH Muh Ramli, Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rabu (21/12) dipandu Faisal Syam.
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber yang berasal dari kalangan pengusaha dan banker. Di antaranya CEO Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin, Regional Manager PT Bank Panin KTI, Hudli Huduri, Dirut IMB Grup, Rahmat Idris Manggabarani, dan Dian (Vice Presiden Garuda Indonesia). Haryadi menggambarkan jika kondisi ekonomi sekarang dan tahun depan sulit ditebak atau ambigu. Untuk bisa bertahan dalam bisnis, dibutuhkan inovasi, kreatifitas dan mental yang tahan banting agar bisa bersaing dan bertahan dalam bisnis ke depan. Selain itu, dibutuhkan jiwa enterprenuer yang lebih peka dalam membaca kondisi ekonomi. Harus pandai membaca kebutuhan masyarakat. Dan yang cukup penting adalah memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi komunikasi terutama internet untuk memasarkan produk yang ditawarkan.
”Kita bisa lihat bagaimana bisnis online saat ini booming. Siapa sangka jika layanan transportasi bisa dipesan secara online yang beberapa tahun lalu tidak pernah terpikir. Bisa saja untuk bisnis jual beli mobil ke depan, tidak perlu lagi ada showroom karena bisa ditawarkan secara online,” ungkapnya.
Kekuatan teknologi informasi memang sudah merambah segala bidang. Termasuk dunia perbankan. Seperti yang dikemukakan Regional Manager PT Bank Panin KTI, Hudli Huduri. Menurutnya, ke depan perbankan harus lebih memaksimalkan layanan secara online melalui bank digital. Karena faktor efisiensi nasabah. Perbankan harus terus berinovasi untuk melayani nasabah baik dari segi kepraktisan dan efisiensi. Jika tak bisa membaca kebutuhan masyarakat, perbankan konvensional akan ditinggalkan. Ia menggambarkan, transaksi perbankan yang terjadi tahun ini sekitar Rp3600 triliun. Dari angka itu, sekitar Rp3400 triliun transaksi dilakukan secara online.
Selain itu, agar tetap mendapat tempat di hati masyarakat, perbankan tetap harus memanjakan nasabah dengan hadiah-hadiah spektakuler.
Pentingnya sarana teknologi informasi juga sangat dibutuhkan dalam bisnis perumahan tranportasi udara. Untuk memasarkan produk perumahan, sekarang para developer dimudahkan dengan fasilitas internet. Tidak perlu secara konvensional. Begitu juga dengan pemasaran tiket pesawat. Konsumen bisa dengan mudah memesan tiket secara online tanpa harus mendatangi travel atau pusat penjualan tiket. Ke depan, kecanggihan teknologi tersebut akan kian berkembang. Usaha yang tidak dibekali dengan pemasaran secara online kecuali beberapa bisnis tertentu seperti rumah makan, tidak bisa menjawab tantangan yang ada. (rhm/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top