Teganya Ayah Tikam Anak Perempuannya saat Tertidur – Berita Kota Makassar
Headline

Teganya Ayah Tikam Anak Perempuannya saat Tertidur

BONE, BKM — Hari baru saja berganti, dari Senin ke Selasa (20/12). Kira-kira pukul 01.30 Wita. Orang-orang sedang terlelap dalam tidurnya.
Demikian pula pada sebuah rumah di wilayah pegunungan Desa Baringeng, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Tiga penghuni rumah ini sedang tertidur lelap. Mereka adalah ibu dan dua orang anaknya. Yang sulung lelaki berumur 6 tahun. Sedang si bungsu usia 3 tahun.
Sementara sang kepala keluarga di rumah itu masih terjaga. Namanya Amal Mattajang (39). Entah setan apa yang merasukinya, tiba-tiba saja ia berbuat sadis.
Di tengah malam nan sunyi, Amal tega menghabisi nyawa putrinya sendiri. Oleh sang ayah, tubuh mungil anak tak berdosa itu menjadi sasaran penikaman. Menggunakan sebilah badik, perut pada bagian bawah ditusuk. Ususnya keluar.
Korban langsung terbangun. Ia meringis kesakitan. Memegangi perutnya yang terluka parah. Ibu Riska, Hj Darma (40) yang bangun usai buang air kecil, melihat anaknya dianiaya oleh bapaknya.
Sang ibu langsung membangunkan anak laki-lakinya. Ia menyuruhnya untuk lari menyelamatkan diri.
Teriakan minta tolong langsung bergema. Warga sekitar kemudian berdatangan. Didapati Riska tengah sekarat. Sementara Amal Mattajang langsung melarikan diri. Ia menggunakan sepeda motor.
Upaya penyelamatan nyawa bocah malang itu dilakukan. Dengan menggunakan mobil, korban berusaha dilarikan ke Puskesmas Tana Batue.
Namun, karena kondisinya cukup parah, ia dirujuk ke Rumah Sakit DR Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Namun Tuhan berkehendak lain. Nyawa Riska tak tertolong. Ia mengembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan. Korban meninggal di wilayah Camba, Kabupaten Maros sebelum tiba di rumah sakit yang ditujunya di Makassar.
Tetangga yang datang ke rumah korban sesaaat setelah kejadian, tak kuasa menahan sedihnya. Mereka tidak pernah menyangka korban akan menemui ajal di tangan ayah kandungnya sendiri.
Tidak lama berselang, polisi tiba di lokasi kejadian. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Semuanya menyebut ayah korban yang menikam anaknya.
Kira-kira pukul 05.00 Wita polisi mendapat informasi keberadaan Amal Mattajang. Ia disebutkan sedang berada di Desa Mario, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Masih menggunakan sepeda motor yang dipakainya saat kabur dari rumahnya usai menikam anaknya.
Tanpa menunggu lama, aparat langsung melakukan pengejaran. Amal berhasil dibekuk tanpa perlawanan. Selanjutnya digiring ke Mapolsek Libureng untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolres Bone, AKBP Raspani, kemarin mengkonfirmasi kebenaran terjadinya peristiwa tersebut. ”Pelakunya sudah diamankan. Dia merupakan ayah korban. Melarikan diri menggunakan sepeda motor usai menikam perut anaknya. Berhasil ditangkap di perkampungan sebelah, setelah anggota melakukan pengejaran selama satu jam,” tutur Raspani.
Di Mapolsek Libureng, pelaku menjalani pemeriksaan. Tak tampak rasa penyesalan atas perbuatannya. Ia juga tidak terlihat sedih harus kehilangan putrinya.
Penyidik kemudian berusaha menelusuri riwayat hidup tersangka. Ternyata, ia mengalami kelainan jiwa.
”Memang ada kelainan jiwa. Tapi belum diketahui secara pasti kondisinya. Proses penyelidikan masih dilakukan. Keterangan lebih jelas dari keluarga belum bisa diambil. Mereka masih depresi,” jelas Kapolres.
Dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (20/12) sore, Kapolsek Libureng, AKP Makmur AR memberi penjelasan. Dia baru saja pulang dari lokasi kejadian. Kapolsek juga ikut mengantar dan mengusung jenazah korban saat dibawa ke pemakaman.
”Kita sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Masyarakat dan pemerintah setempat mengakui kalau pelaku mengalami gangguan jiwa. Rencananya, pihak keluarga akan membawanya ke Makassar untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Tapi belum dalam waktu dekat, karena masih berduka,” terang Kapolsek.
Dari keterangan yang diperoleh AKP Makmur di lokasi, pelaku yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani, pernah naik ke atas menara masjid. Juga sudah pernah dibawa keluarga ke ahli kejiwaan di Makassar. Diapun diberikan obat untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
”Perbuatannya dilakukan secara spontanitas. Pelaku dikenal pendian. Memang ada garis keturunannya menderita penyakit jiwa,” jelas AKP Makmur.
Jika dari hasil pemeriksaan nanti pelaku mengalami gangguan jiwa, maka polisi tidak bisa melakukan proses hukum.
Kapolsek menjelaskan, lokasi kejadian berada pada perbatasan Camba, Kabupaten Maros dengan Kabupaten Bone. Berjarak 30 km dari Mapolsek Libureng. Butuh waktu untuk bisa mencapainya. Apalagi jalanannya rusak.
”Pertolongan pertama, korban dibawa ke Puskesmas Tana Batu. Tapi karena lukanya cukup parah, kemudian dibawa ke Makassar. Namun, ketika di Camba, dekat pompa bensin, korban meninggal. Sehingga langsung dibawa pulang untuk dimakamkan,” terang Kapolsek. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top