Gojentakmapan

Kepala SDN 110 Borongloe Protes BSM

JENEPONTO, BKM — Pemerintah pusat telah menganggarkan 20 persen dari APBN untuk anggaran sektor pendidikan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), sertifikasi guru, dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dananya Rp450.000 per siswa per tahun.
Namun penyaluran BSM untuk Jeneponto justru mendapat protes dari Kepala SDN 110 Borongloe, Kecamatan Kelara, Jamiluddin. Saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Selasa (20/12), Jamiluddin mengatakan, dari 153 orang murid di sekolah yang dipimpinnya, ternyata hanya ada satu orang yang mendapatkan dana BSM.
Jauh beda dengan sekolah lainnya yang mendapatkan dana BSM antara 50 orang sampai 100 orang per sekolah. ”Mungkin penginputan data dibidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Jeneponto yang salah, sehingga pusat hanya menurunkan satu orang penerima BSM. Karena tidak masuk diakal juga kalau hanya satu orang penerima,” katanya.
Kepala Dikdasmen kantor Disdikpora Kabupaten Jeneponto, Muhammadong Karaeng Tinggi melalui Kasie BSM, Sahib, mengatakan, mungkin pengisian data salah karena input data sudah dikirim semua ke pusat. Tapi kembali hanya satu orang yang disetujui.
”Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena datanya semua dikelola dipusat. Lagi pula, pendapatan orangtua murid tidak boleh lebih Rp500 ribu per bulan. Mungkin itu datanya yang salah, sehingga hanya satu orang yang mendapat bantuan,” jelas Sahib. (krk/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top