Politik

Camat Sanrobone Siap Terima Sanksi Komisi ASN

BKM/ARI IRAWAN DIKELILINGI--Pasangan calon bupati dan wakil bupati Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim dikelilingi ratusan pendukungnya ketika berkampanye di zona 2 Desa Banyuanyara, Sanrobone, Selasa (20/12).

TAKALAR, BKM–Dari 23 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat politik praktis dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Takalar, satu diantaranya sudah dipastikan akan segera mendapat sanksi dari komisi ASN – RI, yakni Camat Sanrobone, Muhammad Tahir Tona.
“Kalau itu yang terbaik menurut undang undang serta aturan ASN tentang keterlibatan saya dalam berpolitik praktis, saya siap menerima sanksi penurunan jabatan dan itulah konsekwensi dari sebuah perbuatan,”ujar Camat Sanrobone, Muhammad Tahir Tona, Selasa (20/12).
Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Takalar, Andi Darmawan Bintang mengemukakan turunnya rekomendasi dari Komisi disiplin ASN RI untuk pemberian sanksi bagi ASN yang diduga terlibat politik praktis masih tengah dipelajari.
Sehari sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, La Ode Arumahi mengemukakan bila para pejabat ASN itu diketahui dan terbukti tidak netral dilapangan dan telah diproses oleh Panwaslu.
Sejauh ini, ungkap Arumahi, sudah ada satu orang yang diproses dan sudah dikenakan sanksi berupa penurunan eselon. Sementara yang lainnya masih dalam tahap proses. “Nama-nama yang disinyalir terlibat politik praktis dan tidak netral sudah dikirim ke Komisi ASN,”ujar Arumahi disela-sela reses anggota DPR RI Komisi II di Pemprov Sulsel, Senin (19/12). (ira/rif/d)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top