Bos Warung A&Y Bantah Jadi Biang Macet – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Bos Warung A&Y Bantah Jadi Biang Macet

BANTAENG, BKM — Pemilik warung makan A&Y di Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, dituding menjadi biang kemacetkan di kawasan tersebut. Pasalnya, warung ini terletak di poros jalan nasional, tepat dekat lampu merah perempatan nasional-Jalan Sungai Calendu.
Menurut Bos A&Y, Muh Iswan, keberadaan warungnya sama sekali tidak memacetkan arus lalin. “Tidak benar kalau keberadaan warung saya dituding memacetkan arus lalin”, katanya, Selasa (20/12).
Dijelaskannya, kalau dikatakan macet, berarti arus kendaraan terhenti alias tidak bergerak sama sekali. Sementara kenyataannya tidak begitu. Hanya saja, kata dia, arus kendaraan terhambat. Tapi itupun hanya beberapa detik saja disaat kendaraan pelanggan mau parkir atau berangkat. Jawalnya pun, hanya antara jam 12.00 – 14.00 Wita.
Hal ini dikemukakan Iswan terkait belum dipenjangnya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). “Saya sudah memasukkan permohonan perpanjangan Situ dan Siup, tapi sampai sekarang belum diproses”, keluhnya.
Padahal, kata Iswan, dia mempekerjakan 24 tenaga kerja lokal, yang semuanya waega asli Bantaeng. Berarti, kata dia, pihaknya membantu pemerintah dalam hal menekan angka pengangguran.
“Saya kan membuka lapangan kerja dan mempekerjakan warga asli Bantaeng. Berarti saya membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran”, paparnya.
Dari sisi perputaran roda ekonomi, kata Iswan lagi, belanja hariannya di pasar sentral Bantaeng antara Rp 12 – 15 juta perhari. Jika dirata-ratakan 12,5 juta saja perhari, belanja kebutuhan warung A&Y mencapai Rp 4,5 Milyar pertahun.
Ditambahkan Iswan, bahwa uang yang berputar di warungnya, berasal dari luar Bantaeng. Kata dia, hanya nol koma sekian persen yang berasal dari warga Bantaeng.
Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Bantaeng, Muh Tafsir, mengatakan, penerbitan SITU dan SIUP warung A&Y dalam proses. Jadi, kata dia, tidak benar kalau dibilang tidak diproses.
Hanya saja, lanjut Tafrsir, pihaknya menunggu instansi terkait lainnya. Yakni Dinas Perindagtamben, Asisten II Bidang Ekonomi, Kantor Satrol PP, Bagian Ekonomi Setda. “Karena sistem kami terpadu, maka saya menunggu koordinasi dari intansi terkait”, akunya.
Kabag Perekonomian Setda Bantaeng, Ahmad Salam, mengaku prihatin dan dilematis. Soalnya, kata dia, disatu sisi warung A&Y mendarangkan uang dariuar daerah dan membantu percepatan laju perkonomian dan menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal. Dilain sisi, ada keluhan arus lalin terhambat.
Ahmad berjanji akan mengkoordinasikan masalah ini dengan pihak terkait, guna menemukan solusi terbaik. “Kami akan mencari solusi terbaik untuk semua”, ujarnya. (wam/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top