Headline

Uang Jajan Ditabung, Dipakai Bayar Sekolah

PENDIAM dan penyabar. Mudah bergaul serta tak gampang marah. Itulah Muh Amin Tasrief ketika masih kecil. Tidak salah jika ia banyak memiliki teman.

Laporan: Rahmat

KETIKA duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalukuang, Amin dikenal sebagai sosok yang sangat aktif. Baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia terkesan sangat tertutup karena lebih banyak diamnya. Setiap ada masalah, Amin lebih memilih memendamnya ketimbang menceritakannya kepada orang lain.
Karena itu pula, teman-teman sekolah sering menganggapnya tak pernah punya masalah. Sampai lulus dan mendaftar di salah satu SMP Ramayana, pembawaan Amin tetap tak berubah. Masih pendiam dan sabar.
Amin punya alasan memilih sekolah swasta ketika itu. Sebab, bila mendaftar di sekolah negeri, biayanya lebih mahal. Sementara kehidupan ekonomi orang tuanya tidaklah mendukung.
”Waktu itu saya tidak pernah berpikir untuk masuk ke sekolah bergengsi ataupun unggulan. Saya hanya berpikir, yang penting saya bisa sekolah,” ujar Amin.
Saat bersekolah, Amin tak pernah mengeluhkan soal uang jajan. Dikasih berapa saja, ia terima. Siapa sangka, kalau ternyata uang jajan itu tidak dihabiskan untuk belanja.
”Kalau ada uang jajan yang dikasih orang tua, saya biasa simpan dan tabung. Misalnya ada kebutuhan sekolah yang mau dibeli, uang itulah yang saya pakai. Biasa juga kan ada pembayaran sekolah yang mendadak. Uang itu saya pakai,” akunya.
Ketika lulus SMP Ramayana, Amin mendapat nilai yang cukup bagus. Diapun melanjutkan di SMA Ramayana, yang masih satu gedung dengan SMP Ramayana.
Menginjak usia remaja, ia mulai aktif mengikuti kegiatan organisasi di sekolah. Amin bahkan tercatat sebagai salah seorang pengurus di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dari situlah dia belajar bagaimana cara berorganisasi dan beriteraksi dengan orang lain.
Telah banyak prestasi yang ditorehkannya sejak aktif berorganisasi di sekolah. Begitu pula kemampuannya dalam pelajaran. Karenanya, banyak di sekolahnya menaruh kagum dan bangga dengan prestasi.
”Sejak SMA sudah banyak belajar tentang organisasi sampai saya menyukainya. Hingga sekarang hobi berorganisasi,” tuturnya.
Setelah lulus SMA, Amin tetap aktif dalam kepengurusan organisasi. Karena cita-citanya yang ingin menjadi seorang advokat, akhirnya dia pun mendaftarkan dirinya di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia. Ia menggunakan uang yang ditabungnya sejak di bangku sekolah, dibantu biaya dari orang tua.
Selain kuliah, dia juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan di kampus. Salah satunya adalah sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pengurus senat mahasiswa Fakultas Hukum UMI.
Tak hanya organisasi kampus yang ia tempati bergabung. Amin juga banyak berkecimpung di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menimba ilmu dan mengembangkan bakatnya.
Hingga lulus dan menyandang gelar sarjana hukum, dia mulai ikut tergabung sebagai pengurus dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI) sejak 2010-2014. Setelah itu masuk menjadi pengurus di Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) sebagai anggota bidang pendikan khusus profesi advokat PKPA. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top