Gojentakmapan

Maddusila Lantik Delapan Panglima Adat

IST LANTIK -- Andi Maddusila A Idjo menyematkan pin emas kepada Andi Massualle sebagai Menteri Khusus serta kepada tujuh orang koordinator wilayah sebagai rangkaian pelantikan Panglima Adat di Istana Museum Balla Lompoa.

GOWA, BKM — Setelah melakukan beberapa sensasi yang dinilai merupakan aksi kontra terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa, kini Andi Maddusila A Idjo kembali melakukan sensasi baru. Yakni melantik delapan petinggi keluarga kerajaan Gowa dengan gelar panglima tinggi. Jika dulu gelar panglima itu adalah panglima perang, maka sekarang diistilahkan sebagai panglima adat.
Pelantikan delapan panglima adat itu digelar sederhana di Istana Museum Balla Lompoa, Sabtu siang (17/12) dirangkaikan maudu lompoa kalangan keluarga eks kerajaan Gowa. Suasana aktivitas Andi Maddusila sehari di kawasan Istana Museum Balla Lompoa itu dijaga ketat petugas dari Polres Gowa.
Andi Baso Mahmud kepada BKM mengatakan kegiatan yang dilakukan pihak keluarga kerajaan Gowa yang dipimpin langsung Andi Maddusila Daeng Mannyonri sebagai Raja Gowa ke 37 versi keluarga eks kerajaan merupakan satu kegiatan ritual keluarga Raja Gowa yang pelaksanaannya dirangkai dengan peringataan maudu lompoa keluarga kerajaan.
Sementara itu Andi Maddusila terkait pelantikan delapan panglima adat kerajaan mengatakan, pelantikan ini bukan dijadikan sebagai panglima perang. Tapi hanya jabatan panglima adat guna menjaga adat dan budaya eks kerajaan Gowa yang pernah berjaya di zamannya.
”Delapan panglima ini membantu kami dalam rangka mensosialisasi adat kebudayaan Kerajaan Gowa. Membantu memberikan bimbingan kepada generasi muda agar abbulo sibattang sipakatau, saling menghargai tetap dinomorsatukan. Bukan saling menciderai,” imbau Andi Maddusila.
Delapan petinggi adat yang dilantik meliputi tujuh orang bersimbol panglima laskar tubarani dan seorang lagi sebagai menteri khusus angkatan perang kerajaan Gowa. Menteri khusus inilah yang membawahi ketujuh panglima laskar tubarani atau tujuh koordinator wilayah.
Mereka yang dilantik yakni Andi Massualle Ago Karaeng Ribura’ne, Andi Massuale Ago Karaeng Ribura’ne ini bergelar Karaeng Pabbundukang Toa dan diangkat sebagai Menteri Khusus Angkatan Perang Kerajaan Gowa yang membawahi tujuh koordinator wilayah yang disebut Panglima Laskar Tubarani Kerajaan Gowa tersebut.
Sementara ke tujuh panglima adat lainnya yang dilantik, yakni Panglima Laskar Somba Opu yang dijabat HM Hendrik Daeng Tula, Panglima Laskar Bajeng dijabat Makmur Daeng Sese, Panglima Laskar Pallangga dijabat Amran Azis Daeng Ngila, Panglima Laskar Tombolo Pao, Parigi dan Tinggimoncong dijabat Andi Agung H Iskandar, Panglima Laskar Bontonompo dijabat HAM Rivai Daeng Mile, Panglima Laskar Bontomarannu dijabat Daeng Jarung, serta Panglima Laskar Barombong dijabat Andi Hasanuddin Patta Tutu.
Terbentuknya panglima adat ini menurut Maddusila, agar mereka yang dapat memahami etika dan kesantunan yang harus dimiliki yang muda maupun yang tua. ”Yang muda menghargai yang lebih tua dan yang tua membina yang muda. Sehingga muncul Gowa yang diharapkan lebih bersatu lagi,” tambah Maddusila. (sar/mir/)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top