Headline

Bubarkan Penyerang Bersamurai, Peluru Polisi Kena Murid SD

BANTAENG, BKM — Seorang bocah dirawat di Rumah Sakit Anwar Makkatutu, Bantaeng. Namanya Abu Lahair. Usianya baru 11 tahun. Masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD).
Ia menderita luka di betis sebelah kanan. Lukanya masih terlihat diperban. Hingga kemarin, Abu Lahair masih menjalani perawatan di RS.
Apa yang menyebabkan Abu terluka dan harus dirawat di rumah sakit? Ternyata, ia terkena peluru nyasar. Peristiwanya terjadi, Sabtu (17/12), kira-kira pukul 17.50 Wita.
Peluru tersebut berasal dari pistol Bripka Muh Takbir, anggota Polres Bantaeng. Wakapolres Bantaeng, Kompol Suprianto,SIK membenarkan kejadian tersebut. Dia memaparkan kronologisnya.
Dijelaskan, sesaat sebelum peristiwa, Bripka Takbir melintas di Jalan Monginsidi, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu. Seseorang tiba-tiba berteriak dan menyampaikan ke Bripka Takbir, bahwa ada kejadian.
Naluri polisi Takbir langsung bekerja. Dia kemudian memutar balik motornya dan mendatangi warga yang berkerumun di sekitar TKP.
Sejurus kemudian, muncul sejumlah orang dari arah berlawanan dengan Bripka Takbir. Mereka mengacungkan pedang samurai terhunus.
Melihat situasi yang membahayakan, Takbir mengambil tindakan diskresi kepolisian. Sang bripka mengeluarkan pistol yang berisi lima butir peluru. Moncong pistol diarahkan ke udara. Namun senjata tersebut tidak meletus.
Bripka Takbir berusaha mengutak-atik pistolnya. Kemudian mencoba menarik pelatuk dengan posisi tetap mengarah ke udara. Untuk kali yang kedua ini, pistol meletus satu kali. Alhasil, kelompok penyerang langsung melarikan diri.
”Tapi peluru yang membubarkan penyerang itu mantul atau rekoset dan mengenai betis seorang bocah,” terang Wakapolres, kemarin.
Irfan, warga Jalan Monginsidi mengatakan, setelah anak tersebut terkena peluru, Bripka Takbir tidak membuang-buang waktu. Dia langsung membawanya ke RSUD Prof Anwar Makkatutu untuk mendapat perawatan.
Humas Polres Bantaeng, Aiptu Syamsuddin mengatakan, perawatan anak korban peluru nyasar tersebut berada dalam pengawasan Polres Bantaeng. ”Kondisinya sudah membaik,” ujarnya.
Ahmad, salah seorang kerabat korban, mengaku memaklumi musibah yang menimpa ponakannya. “Saya maklumi, karena polisi tidak sengaja menembaknya. Apalagi pak polisi mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan kelompok yang datang menyerang,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan insiden tersebut. ”Kasusnya sudah ditangani Polres Bantaeng,” ujarnya singkat. (wam-ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top