Transaksi non Tunai di Sulsel Lambat – Berita Kota Makassar
Bisnis

Transaksi non Tunai di Sulsel Lambat

MAKASSAR, BKM — Selama tiga hari atau pada Jumat sampai Senin (16-19/12), Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulsel, mengadakan acara media gathering 2016 di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Jeneponto. Acara yang dikhususkan awak media ini dihadiri 16 perwakilan media yang ada di Makassar.
Acara ini sendiri bertujuan sebagai peningkatan kapasitas serta pemahaman wartawan tentang Bank Indonesia dan memperkuat jejaring. Hari pertama kegiatan dipusatkan di Wisma Reyhan Selayar.
Disini para awak media diberi materi seputar peran BI dalam pengembangan ekonomi, dan penjelasan survei BI serta indikator ekonomi. Materi pertama mengenai Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Materi ini dibawakan Glen Pandelaki, Manager KPW BI Sulsel.
Dalam pemaparannya, Glenn menjelaskan tentang visi dan misi Bank Indonesia sampai peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran. ”BI memiliki visi untuk menjadi otoritas sitem pembayaran yang kredibel dan terbaik di region untuk mendukung perekonomian berkesinambungan,” jelas Glenn.
Peran BI sendiri sejauh untuk mewujudkan misinya dalam sistem pembayaran dimulai dengan menjadi regulator untuk merumuskan kebijakan tentang sistem pembayaran sampai menjadi fasilitator dengan memfasilitasi pengembangan sistem pembayaran oleh industri.
”Sesuai UU No 23 tahun 1999, Bank Indonesia memiliki kewenangan sebagai regulator, memberikan izin, pengawasan, penyelenggaraan, dan fasilitator,” tambah Glenn.
Sistem pembayaran yang sedang gencar dilakukan BI saat ini adalah sistem pembayaran non-tunai. Transaksi pembayaran non tunai sendiri bisa dilakukan dibeberapa mesin transaksi, seperti mesin ATM, mesin ADC, ATM-Debit, kartu kredit, uang elektronik, internet banking, SMS banking, dan phone banking. Khusus transaksi menggunakan mesin ATM, kartu kredit, dan uang elektronik selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan.
Transaksi menggunakan mesin ATM pada Agustus saja mencapai 14,2 juta transaksi per hari dan kartu kredit mencapai 843 riibu per hari. Sedangkan transaksi menggunakan uang elektronik mencapai 1,9 juta transaksi per hari. Angka ini pun diprediksi akan terus meningkat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat yang membawakan materi tentang peran BI dalam pengembangan ekonomi, mengatakan, saat ini di Sulawesi Selatan sendiri perkembangan transaksi non tunai masih lambat. Padahal, transaksi non tunai secara tidak langsung akan membantu mempercepat perkembangan ekonomi di Sulsel. Selain di Wisma Reyhan, media gathering ini juga dilaksanakan di Pulau Tinabo Selayar dan Kabupaten Jeneponto. (*mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top