Sulselbar

Tambang Galian C Terancam Ditutup

LUTIM, BKM — Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengancam akan menutup aktifitas tambang galian C yang saat ini masih beroperasi di kabupaten Luwu Timur karena dinilai tidak mengantongi izin lingkungan.
Ancaman tersebut disampaikan Irwan karena pengelola tambang tidak mengindahkan teguran yang telah disampaikan Bapedalda Luwu Timur.
Menurutnya dia meminta Bapedalda agar segera melayankan kembali surat teguran kepada pengelola tambang. Jika teguran tersebut, kata Irwan, tetap tidak diindahkan maka Pemda akan menutup tambang tersebut.
“Saya sudah sampaikan ke Bapedalda segera layankan lagi surat teguran ke dua, kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum ada tanda – tanda mereka urus izin galian C di Propinsi maka yang pastinya kami akan tutup tambang mereka,” tegasnya.
Dia menambahkan, pada prinsipnya, Pemkab tidak melarang siapapun yang akan mengelola tambang galian C sepanjang pihak yang akan mengelola tambang tersebut bersifat sah menurut aturan yang berlaku atau legal.
“Yang pastinya kami akan tutup dek, kalau dalam proses teguran tersebut mereka tidak ada melakukan pengurusan izin di Propinsi,” ungkap pendampingi Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler kepada harian Berita Kota Makassar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Luwu Timur, adanya tujuh tambang galian C yang tidak mengantongi izin lingkungan namun masih melakukan aktifitas penambangan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pengendalian dan Pemulihan Bapedalda, Alamsyah sebelumnya mengatakan, aktifitas penambangan itu juga dinilainya sangat mengganggu atau meresahkan masyarakat akibat debu.
Ia menjelaskan, untuk tahun 2016, sudah ada tujuh aduan masyarakat yang masuk soal adanya aktifitas tambang galian C yang tidak memiliki izin lingkungan. Tujuh tambang tersebut beroperasi di desa Kasintuwu dan dikecamatan Malili.
“Dua titik penambangan di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, empat titik di Desa Alantang, Kecamatan Malili dan satu aktifitas tambang lainnya yang beroperasi di belakang SMAN 2 Malili, Desa Puncak Indah,” ungkapnya.
Menurutnya, tujuh pengelola tambang sudah diberikan surat teguran. Hal itu dilakukan dalam bentuk pembinaan dengan harapan agar pengelola tambang dapat melengkapi izin operasinya.
“Jika teguran itu tidak diindahkan, kami akan melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Sulawesi yang bertugas melaksanakan kegiatan penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum lingkungan hidup dan kehutanan,” ungkap Alamsyah. (alp/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top