Sulselbar

Program SDK-Kalma Dibedah di Makassar

BKM/SITUJU DIALOG --Tiga dosen politik tampil membedah program pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulbar, Suhardi Duka-Kalma Katta dalam dialog publik yang digelar di Warkop 212 Boulevard Makassar, Minggu (18/12).

MAKASSAR, BKM — Salah satu program pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka dan Kalma Katta (SDK-Kalma) dibedah pada dialog publik yang dilakukan Kammi Sulselbar. Yakni mengenai alokasi dana pembangunan sebesar Rp100 miliar untuk setiap kabupaten. Bedah program dilakukan di Warkop 212, Jl Boulevard, Makassar, Minggu (18/12).
Dialog publik yang menghadirkan tiga narasumber, masing-masing dosen politik Unhas, Adi Suryadi Culla, dosen politik Unibos, Arief Wicaksono, dan dosen politik Unismuh, Arqam Azikin. Dalam dialog tersebut salah satu visi SDK-Kalma yakni mewujudkan Sulbar maju, sejahtera mandiri dan berbudaya dengan misi pembanguna infrastruktur dan perbaikan ekonomi rakyat.
Peningkatan SDM dan perluasan layanan kesehatan dan perbaikan birokrasi yang melayani dan good and clean governance. Adapun programnya seperti Rp100 miliar per kabupaten. Untuk infrastruktur dalam arti luas. Seragam sekolah bagi SMA/SMK, beasiswa untuk mahasiswa eksakta berprestasi dan tidak mampu Rp20 juta non eksakta Rp15 juta dan BPJS untuk rakyat serta birokrasi yang friendly dan melayani.
Kesempatan pertama disampaikan Arqam Azikin yang menyampaikan konsep program pasangan bupati dua periode ini sangat menarik. ”Sudah cantik ini program sisa ditutupi hal-hal yang bocor. Seperti jika image Sulbar semakin menurun, pasangan SDK-Kalma harus memperbaikinya jika terpilih,” ujar Arqam.
Meski demikian, pendiri sekolah kebangsaan menilai saat ini di Sulbar masih perlu penguatan dalam aspek pariwisata. Karena menurut dia, belum ada hal kuat di Sulbar yang dikembangkan melalui pariwisatanya. ”Ini tantangan bagi pasangan yang baru,” jelasnya.
Arief Wicaksono juga menjabarkan program SDK-Kalma dengan penilaian relatif ideal. ”Tentunya program tersebut harus dapat direalisasikan, apakah pertumbuhan ekonomi ini sudah dirasankan masyarakat Sulbar? Kalau misalnya hanya dinikmati para elit, tentu tidak akan banyak manfaatnya,” ujar Arief.
Sementara itu, Adi Suryadi Culla menyampaikan apresiasinya kepada SDK-Kalma. Ia menilai programnya sudah siap. ”Indikatornya membaca visi dan misi kandidat ini sangat siap dari segi konsep, bagus tawwa, terstruktur program jelas, sisa dikembangkan,” ujar Adi.
Menurutnya, kerangka yang dibuat SDK-Kalma harus menunjukkan gagasan membangun Sulbar sudah dimiliki dengan matang dan terstruktur. Kandidat ini, kata Adi, keduanya punya latar belakang, bupati dua periode membawa pengalaman. ”Visi ini adalah fikiran calon untuk menuju tujuan. Analoginya mudah. Kalau kita pakai senter tengah malam akan kelihatan ke depan. Sama itu visi apa yang kita ingin wujudkan sudah kelihatan. Hanya saja, jika tidak memiliki visi tentu tidak memiliki jangkauan arah kemajuan untuk mewujudkan program,” jelas Adi.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir, menilai program peningkatan pembangunan yang disampaikan SDK-Kalma mirip dengan apa yang dijanjikan Joko Widodo saat akan maju di Pilpres lalu yang akan menjanjikan alokasi dana desa (ADD) Rp1 miliar lebih setiap tahun,” jelas Suwadi. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top