Kejari Geledah Kantor BPN Maros – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Kejari Geledah Kantor BPN Maros

MAROS, BKM — Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros, Kamis (15/12), digeladah beberapa orang tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Maros. Penggeledahan ini dilakukan sekaitan penyidikan kasus penerbitan 40 sertipikat tanah yang masuk di dalam kawasan hutan lindung milik negara, di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu.
Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Maros, Muh Khusaini, didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Hirawanty Adyaksa. Kepala Kejari Maros, Farhan, kepada wartawan mengatakan, penggeledahan ini untuk mencari data-data pendukung terkait adanya penerbitan sertipikat hak milik pada hutan lindung di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu.
Berdasarkan penyelidikan Kejari Maros beberapa waktu lalu. Dalam kasus tersebut, terindikasi adanya melampaui wewenang dari pejabat yang bersangkutan, karena telah menerbitkan sertipikat.
”Intinya kita mencari data-data pendukung. Dokumen yang diperiksa tahun 2011 dan setelahnya. Serta semua yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana penerbitan sertipikat,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan, saat sekarang kasus ini sudah sampai pada tahap penyidikan. Dan pihaknya sementara mengumpulkan bukti-bukti dan juga alat bukti sudah diperiksa baik dari pihak BPN maupun pemilik lahan.
Sampai saat ini sudah diperiksa 25 warga pemilik lahan. Dia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan balai besar kehutanan, untuk mengetahui secara pasti titik koordinat tapal batas lahan hutan lindung.
Farhan mengakui, kasus ini cukup kompleks. Apalagi lokasi hutan lindung cukup berat medannya untuk memastikan kawasan hutan tersebut. ”Luasnya ada sekitar 47 hektare. Tapi kita sementara memastikan apakah betul kawasan tersebut masuk hutan lindung. Tapi pengukuran belum final karena kita ukur ulang luasnya,” paparnya.
Sedangkan terkait penetapan tersangka, saat ini kata Farhan masih proses penyidikan. Pihaknya menjanjikan ada beberapa nama-nama calon tersangka dalam kasus tersebut. ”Identifikasi kearah tersangka pasti ada, tapi belum ditetapkan. Biarkan dulu kasus ini berproses. Nanti bila waktunya kita menetapkan tersangka, maka kita akan melakukannya,”pungkasnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top