Ditonton Teman, Dua Siswi Saling Hajar di Pantai – Berita Kota Makassar
Headline

Ditonton Teman, Dua Siswi Saling Hajar di Pantai

MAKASSAR, BKM — Sebuah video perkelahian dua siswi viral di media sosial. Durasinya 2 menit 15 detik. Lokasinya dituliskan di Pantai Pokko, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.
Kejadian disebutkan berlangsung, Rabu (14/12). Dua orang pelajar perempuan yang terlibat perkelahian mengenakan baju kaos. Satu berbaju hitam pada bagian belakangnya, dan warna putih di depannya. Ia mengenakan celana sejenis legin warna hitam.
Sementara lawannya berbaju polos putih dan bercelana training. Disampingnya bertuliskan nama sekolah. Keduanya masih mengenakan sepatu dan kaos kaki.
Mereka saling bergelut di atas pasir. Saling banting. Jambak rambut dan berguling. Pukul memukul di kepala juga terjadi. Seperti yang kerap dipertontonkan di layar televisi.
Ironisnya, pertarungan satu lawan satu pelajar perempuan ini disaksikan teman mereka masing-masing. Ada perempuan. Terlihat pula tiga orang laki-laki. Ada yang berbaju seragam putih abu-abu. Sebagian mengenakan baju batik dan bercelana training.
Salah satu dari yang terlibat perkelahian diketahui bernama Riska. Karena beberapa rekannya yang menonton berkali-kali menyebut namanya.
”Kasih tidurki Riska,” begitu suara siswi. ”Ingatko apa yang kuajarkan kemarin,” tambahnya lagi.
Lamat-lamat terdengar suara motor berlalu dari lokasi. Perkelahian masih terus berlanjut. Ketika siswi yang disebut Riska menindih lawannya, suara dukungan terhadapnya ramai terdengar dari teman-teman perempuannya.
Camat Mappakasunggu, Fatmawati mengaku sudah mendengar adanya kejadian ini. Hanya saja, dia belum melihat langsung videonya.
”Pokko itu memang tempat wisata pantai. Dekat dari dermaga Takalar. Jaraknya kira-kira 3 atau 4 kilometer dari ibukota Kabupaten Takalar,” ujar Fatmawati yang dihubungi melalui handphone, Jumat (16/12) petang. Ia baru saja selesai mengikut rapat di gedung DPRD Takalar.
Meski dituliskan berlangsung di wilayahnya, Fatmawati belum bisa memastikan sekolah asal kedua siswi tersebut. Namun, informasi yang diperoleh dari teman-temannya, dua siswi yang terlibat perkelahian itu berasal dari SMA 1 dan SMK 1 Takalar. Namun, ada pula yang menyebut dari SMA 1 dan SMK 3.
”Kalau memang itu perbuatan kriminal, harus ditangani kepolisian. Jangan dibiarkan,” kata Fatmawati.
Penegasan senada disampaikan Ketua DPRD Takalar, HM Jabir Bonto. ”Kepala sekolah, komite dan orang tua bertanggung jawab dalam kejadian seperti ini. Jangan dibiarkan. Segera panggil orang tua mereka yang terlibat,” ujarnya usai memimpin rapat di DPRD, kemarin petang.
Legislator Partai Golkar ini juga meminta kepada polisi untuk turun tangan. ”Dilapor atau tidak dilapor, polisi harus turun tangan memprosesnya,” tandasnya.
Anggota dewan dari PPP, Makmur Mustakim menegaskan, harus ada upaya pencegahan agar kejadian seperti ini tidak melebar. Bahkan sampai jadi tren di kalangan pelajar.
”Tanggung jawab orang tua sangat dibutuhkan. Pemkab Takalar juga harus memberikan perhatian khusus. Kepsek hendaknya melakukan pembinaan secara baik. Guru memiliki peran penting dalam hal ini,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar kasus ini diproses hukum. Makmur bahkan memberikan apresiasinya jika ada yang melaporkan kasus ini. Kemudian ditindaklanjuti polisi.
”Tidak boleh dibiarkan. Kami di DPRD sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Sebagai wakil rakyat saya menyatakan keprihatinan yang mendalami. Segera tangani kasusnya. Kepsek panggil orang tuanya,” tegas Makmur.
Terkait kejadian ini, BKM mencoba berusaha meminta konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Takalar, Saeful Alam. Namun, berkali-kali HPnya dihubungi, tidak pernah aktif. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top