Sulselbar

BBVet Maros Butuh Sepekan

SAMPEL -- Tim dokter hewan dari BBVet Maros sedang mengambil sample darah ayam ras di Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae, Sidrap, Jumat, (16/12).

SIDRAP, BKM — Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Kabupaten Maros turun meneliti penyebab munculnya penyakit aneh yang berimbas turunnya produksi telur ayam ras di Desa Tanete dan Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Jumat, (16/12).
Penelitian tim BBVet tak hanya meliputi sampel ayam yang diduga terinfeksi virus baru, melainkan juga kandungan nutrisi pakan serta kondisi kandang-kandang ayam yang ada di desa itu.
Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Sidrap, drh Emi yang turut mendampingi tim BBVet mengatakan, butuh waktu sepekan untuk mendeteksi virus yang menyerang ternak itu.
“Sampel ayamnya baru akan diteliti dan diuji di laboratorium, hasilnya baru bisa diketahui sepekan kemudian, peternak diminta bersabar menunggu hasilnya turun,” kata drh Emi, disela-sela pemeriksaan ternak ayam milik H. Jama di Tanete Allakuang, kemarin.
Pimpinan Peternakan Kecamatan (PPK) Maritenggae, Nasrudi, mengatakan, perlunya tindakan preventif dalam mencegah potensi penularan virus itu ke ternak-ternak lainnya.
Nasrudi menyebut, ada sekitar satu juta ekor ayam ras di Desa Allakuang yang harus diselamatkan. Sambil menunggu hasil penelitian BBVet, dia mengimbau peternak tetap memperhatikan biosecurity.
Sebelumnya, kalangan peternak ayam ras mengeluhkan turunnya produksi telur secara drastis. Penurunan produksi telur antara 50 hingga 70 persen setiap hari. Kondisi itu sudah terjadi sejak sebulan lalu.
Sementara, H Jama mengklaim dirinya bersama ratusan peternak di Desanya terus merugi Rp5 hingga Rp8 juta perhari.
Para peternak menilai bahwa ayam-ayam mereka diduga terkena virus baru. “Sudah puluhan tahun saya beternak ayam ras, barusan produksi telur kita turun drastis antara 50 hingga 70 persen. Kami belum tahun apa penyebabnya, dan penyakit ayam ini sangat aneh dan baru pertama kali ini kena,” tandas H Jama, Jumat kemarin.
H Jama mengaku normalnya jumlah populasi ternak ayam ras miliknya berkisar 20 ribu ekor dan mampu memproduksi telur sekitar 550 rak setiap harinya, namun sejak mewabah penyakit aneh tersebut, produksi telur hanya berkisar 300 rak telur perharinya. (ady/C)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top