Headline

Anggiat Seri, Lasta-Sofyan: Indonesia Menang

MAKASSAR, BKM — Laga penentuan akan dihadapi Timnas Indonesia malam ini, Sabtu (17/12). Pada final leg II Piala AFF, Thailand menjadi tuan rumah. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok.
Skuat Garuda cuma butuh hasil imbang untuk menjadi juara Piala AFF untuk kali pertama. Pasukan Alfred Riedl sudah mendapat modal bagus di leg pertama. Indonesia menang 2-1 pertengahan pekan ini di Pakansari, Cibinong. Sedangkan Thailand wajib mengalahkan Indonesia jika ingin mempertahankan gelar.
Perjuangan Timnas Indonesia di Rajamangala akan sangat berat. Selain teror dari fans Thailand, Riedl juga tidak bisa memainkan pemain andalannya, Andik Vermansyah.
Winger Selangor FA itu harus absen karena mengalami cedera sobek ACL. Andik mendapat cidera tersebut saat leg pertama. Ketika itu Andik harus ditarik keluar di pertengahan babak pertama.
Cideranya Andik bakal memusingkan Rield. Eks pemain Persebaya Surabaya itu merupakan sosok tak tergantikan di sayap kanan Timnas Indonesia. Andik juga sudah menyumbang satu gol saat melawan Singapura.
Riedl punya beberapa alternatif pengganti Andik di leg kedua. Jika ini tetap tampil normal dan tidak terlalu bertahan, Zulham Zamrun bakal jadi pilihan utama.
Saat Andik cidera di leg pertama, Zulham yang masuk menggantikan. Sayangnya, penampilan Zulham kurang memuaskan. Pemain Persib Bandung itu dikritik karena dinilai tampil buruk saat melawan Thailand di leg pertama.
Penyerang Ferdinand Sinaga pun bisa dipertimbangkan untuk menggantikan Andik. Daya juang dan semangat Ferdinand bisa mengacaukan permainan indah Thailand.
Riedl masih punya stok pemain sayap lain bila ingin memarkir Zulham. Bayu Gatra layak dicoba. Penggawa Madura United itu bisa memberi efek kejut pada Thailand. Selama Piala AFF 2016, Bayu belum pernah dimainkan.
Gaya bermain Bayu agak mirip dengan Andik. Bertubuh mungil. Keduanya mengandalkan kecepatan dan kemampuan olah bola yang mumpuni untuk menerobos pertahanan lawan.
Karena sudah unggul 2-1, Riedl mungkin akan memilih bermain bertahan dengan “parkir bus”. Bila ingin bermain bertahan, pilihannya adalah menambah stok gelandang jangkar. Dedi Kusnandar bisa dipakai guna mendampingi Manahati Lestaluhu dan Bayu Pradana.
Dukungan dan harapan untuk timnas memenangkan laga tandang di kandang Thailand terus mengalir. Salah satunya dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga.
General Manager Hotel Grand Clarion Makassar, itu mengatakan, melihat kualitas permainan timnas di final leg pertama yang cukup fantastis, peluang Indonesia untuk menjadi juara AFF terbuka lebar.
Dirinya mengaku cukup puas menyaksikan permainan timnas melawan Thailand di Stadion Pakansari, Rabu malam (13/12). Secara teknik, kata dia, kesebelasan Indonesia bisa meningkatkan permainan walau bermain kurang maksimal di babak pertama. Namun mental pemain tidak langsung surut dengan posisi ditekan Thailand yang unggul 1-0 di babak pertama. Namun, berkat arahan dan motivasi dari pelatih, serta kerja sama tim yang hebat, di babak kedua timnas berhasil membalikkan keadaan. Indonesia mengakhiri pertandingan dengan skor 2-1.
Anggiat berharap, teknik yang diterapkan pada babak kedua leg 1 final AFF, bisa ditingkatkan kualitasnya. Sehingga pada leg 2 mampu unggul atas Thailand.
“Ya, kita berharap minimal seri 0-0. Kalau itu terjadi, Indonesia sudah menjadi juara AFF musim ini. Saya sangat yakin seyakin-yakinnya Indonesia akan bisa mengamankan satu poin pada pertandingan besok (hari ini). Namun saya memprediksi pertandingan di Thailand akan berlangsung sengit,” kata Anggiat, Jumat (16/12).
General Manager (GM) Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Lasta Arimbawa punya prediksi lain. Menurutnya, untuk pertandingan final leg kedua, pelatih kedua tim dapat menerapkan strategi yang sama. Banyak bertahan. Tapi begitu mendapat kesempatan serangan balik, langsung dengan tajam menusuk ke pertahanan lawan.
”Salah satu yang perlu diperbaiki tim kita adalah stamina. Jadi dengan menerapkan strategi bertahan dan serangan balik, stamina akan terjaga sampai peluit terakhir dibunyikan. Saya menjagokan Indonesia. Mudah-mudahan kita bisa menang dengan skor 3:1,” katanya.
Sofyan, GM Hotel Anging Mammiri Makassar, menyebut final leg kedua ini akan jadi ajang unjuk gigi Timnas Indonesia dari mati surinya. Olehnya itu, pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl akan mampu membawa Indonesia menang melawan Thailand.
”Skornya 1:0. Karena Thailand juga pasti akan memasang strategi lain untuk menghadapi Indonesia di kandangnya,” ujarnya. (rhm-mir/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top