Gojentakmapan

Oknum Honorer Pemkab Maros Cabuli Bocah

MAROS, BKM — Seorang oknum tenaga honorer Pemkab Maros bernama Sultan Dg Raja (57) diduga telah mencabuli seorang bocah laki-laki usia 9 tahun berinisial AMIG. Pencabulan terjadi di salah satu ruangan rumah jabatan wakil bupati Maros.
Kanit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati saat dikonfirmasi BKM, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi Senin lalu, sekitar pukul 14.00 wita. Hal itu diperkuat adanya laporan orangtua korban yang ditujukan ke Polres Maros.
Kasmawati menjelaskan, orangtua korban melaporkan perilaku terlapor terhadap anaknya. Terlapor membujuk korban untuk menyentuh alat vital pelaku. Setelah itu, pelaku juga menyentuh alat vital korban dan berbuat pelecehan terhadap korbannya.
”Modusnya dengan bujuk rayu. Korbannya diajak jalan-jalan. Kebetulan pelaku juga salah seorang staf dibagian rumahtangga, dan sering ada di Rujab bupati, Rujab wabup, dan Rujab Sekda. Saat kejadian, di Rujab Wabup juga ada kegiatan Maulid, makanya pelaku juga ada disana,” jelasnya.
Kasmawati menambahkan, aksi perilaku mulai ketahuan karena korban minta dicucikan tangannya sama orangtuanya. Sembari menceritakan kejadian itu. ”Korban merasa tangannya kotor usai memegang kelamin pelaku. Akhirnya ia menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya,” ujar Iptu Kasma saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/12).
Korban merupakan anak dari salah satu keluarga wakil bupati Maros, HA Harmil Mattotorang. Berdasarkan hasil visum dokter, menurut Kasma, tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Pasalnya, pelaku tidak sempat memasukkan kelaminnya ke dubur korban.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani PPA Polres Maros. Terhitung sejak Rabu (14/12), Sultan Dg Raja ditahan di Polres Maros. Pelaku dikenakan pasal 82 juncto pasal 76e UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top